Minggu, 12 April 2026

Berita Lembata

Bupati Lembata Inginkan Desa Lusilame Jadi Contoh Pilkades Damai

Bupati Lembata, Dr.Thomas Ola Langodai mengharapkan Desa Lusilame di Kecamatan Atadei menjadi contoh pelaksanaan Pilkades damai di Lembata

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Bupati Lembata Inginkan Desa Lusilame Jadi Contoh Pilkades Damai
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan istri, Maria Sadipun menghadiri ritual adat Heban Koker Suku Namang Nalaulolo di Kampung lama Atawolo, Desa Lusilame, Selasa, 19 Oktober 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUN FLORES.COM LEWOLEBA-Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Lembata digelar serentak 8 November 2021 harus berlangsung damai dan penuh kekeluargaan.

"Saya minta Atawolo (Desa Lusilame) jadi contoh pelaksanaan Pilkades paling damai di Kecamatan Atadei dan di seluruh Lembata,” pinta Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langodai, mengujungi Atawolo, Selasa 19 Oktober 2021.

Thomas Ola mengingatkan warga tidak perlu berkelahi gara-gara Pilkades. Sebab itu, semangat ‘taan tou’ atau persatuan dan kesatuan khas Lembata yang sudah diwariskan leluhur harus melandasi keseluruhan proses pelaksanaan Pilkades di Lembata.

Siapa saja nantinya yang terpilih merupakan kepala desa semua warga Desa Lusilame (Atawolo). Begitu juga sebaliknya, siapa saja kepala desa yang terpilih wajib merangkul semua warga desa tanpa terkecuali.

Baca juga: Bupati Lembata Tantang Calon Kades Lusilame Sediakan Air Bersih di Kampung Atawolo 

Diberitakan sebelumnya, Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan istri, Maria Sadipun menghadiri ritual adat Heban Koker Suku Namang Nalaulolo di Kampung lama Atawolo, Desa Lusilame, Selasa, 19 Oktober 2021.

Ritual pemugaran kampung ini pernah diadakan tahun 1988 oleh komunitas Suku Namang Nalaulolo di Kampung Lama Atawolo. Setelah 33 tahun, ritual serupa kembali digelar kembali.

Thomas Ola menyanjung keseluruhan prosesi adat yang berlangsung penuh khidmat.

“Kami terkesima dengan proses adat yang luar biasa ini,” katanya.

Baca juga: Air Bersih Barang Langka di Kampung Atawolo Lembata, 200 Liter Dijual Rp 35 Ribu

Ritual adat pemugaran rumah adat itu memberi ruang pengampunan dosa yang berarti apa yang diucapkan yang tidak berkenan diampuni atau dibersihkan.

Dia juga menyaksikan nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap dalam simbol-simbol ritual adat Heban Koker itu masih relevan sampai saat ini, seperti pembagian makanan yang dilakukan secara adil dan merata.

“Ini nilai adat dan budaya yang kami petik dari ritual ini. Pembagian ini begitu merata dan sungguh sangat adil. Nilai-nilai ini yang kami mau angkat di pemerintahan mendatang. Memberi kepada yang wajib mendapatkan, memberi secara adil dan merata, tidak boleh membedakan. Ada nilai kesabaran, bersabar dari pagi sampai sore untuk sebuah tradisi yang mau kita lestarikan,” pesan Thomas.

Thomas Ola membawa beberapa kepala OPD memanfaatkan kesempatan menyampaikan kesan dan pesan kepada warga yang memenuhi Kampung Lama Atawolo.

Baca juga: Anak Kampung dari Ile Ape Lembata Bertemu Menteri BUMN Erick Thohir

Berita Lembata lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved