Berita Sikka
UPDATE Pembunuhan di Sikka; Kurang dari Delapan Jam, Pelaku Diringkus Polisi
Kurang dari delapan jam pasca kematian Marcelo Selestino Rosario alias Celo, Polsek Kewapante menangkap seorang terduga pelaku penikaman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ringkus-Pelaku.jpg)
Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Kurang dari delapan jam setelah kematian Marcelo Selestino Rosario alias Celo (19), Polsek Kewapante meringkus Henderikus Balsana Bogar alias Oni diduga pelaku menikam Celo, Sabtu dini hari 23 Oktober 2021.
"Satu pelaku telah diringkus hari Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 Wita di Kampung Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang," kata Kapolres Sikka, AKPB Sajimin, melalui Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Margono, Sabtu 23 Oktober 2021.
Penangkapan pelaku, kata Margono, dipimpin Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri Kadiaman, SH, bersama Kanit Intelkam dan anggota Polsek Kewapante
Margono mengatakan, setelah menerima pengaduan itu, polisi bergerak cepat agar pelaku ditangkap. Polisi mengimbau kepada keluarga korban tetap tenang karena polisi sedang bekerja menuntaskan kasus ini.
Baca juga: 100 Batang Detonator Milik Warga Sikka Bisa Bikin 1.000 Botol Bom Ikan
Diberitakan sebelumnya, tragis menimpa Marcelo Selestino Rosario (19). Warga Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dianiaya hingga meninggal dunia, Sabtu dini hari, 23 Oktober 2021 sekira pukul 00.30 Wita.
Kasus kematian Marcelo alias Celo dilaporkan Michael Melison Karo kepada Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 02.00 Wita.
Michael mengatakan, Celo diduga dianiya hingga tewas oleh pelaku, Sabtu, 23 Oktober 2021 sekitar pukul 00.30 Wita di Jalan Trans Maumere-Larantuka tepatnya di Dusun Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.
Sepulang dari tempat pesta, kata Michel, Celo dan teman-temannya dikejar oleh para pelaku yang menggunakan sepeda motor.
Baca juga: Untung Rp 20 juta, Pria Sikka Nekat Bawa 100 Batang Detonator High Explosive
Mereka membawa pisau, parang dan linggis. Salah satu pelaku yang membawa pisau menikam satu kali ke dada.
Korban langsung jatuh dari motor, sempat melarikan diri ke kebun dan di tolong oleh beberapa saksi.
Mereka mengantar ke RS Santo Gabriel Kewapante, namun korban meninggal dunia sebelum mendapat perawatan.
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasie Humas, Iptu Margono membenarkan kasus pengainiayaan d Desa Tanaduen telah ditangani.