Kamis, 16 April 2026

Berita Nagakeo

Luncurkan Mbay Natural Rice, Bupati Nagekeo Berobsesi Masuk Pasar Global

Tepat pada perayaan Hari Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021, Pemerintah Kabupaten Nagekeo meluncurkan Beras Natural Mbay (Mbay Natural Rice)

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Luncurkan Mbay Natural Rice, Bupati Nagekeo Berobsesi Masuk Pasar Global
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Beras Natural Mbay dilaunching pemerintah Kabupaten Nagekeo di Aula Setda Nagekeo, Kamis 28 Oktober 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Tepat pada perayaan Hari Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021,
Pemerintah Kabupaten Nagekeo meluncurkan Beras Natural Mbay (Mbay Natural Rice).

Peluncuran produk pertama pemerintah Kabupaten Nagekeo yang disiarkan secara virtual dilaksanakan
di Aula Setda Nagekeo, kerjasama dengan PT Pandawa Agri Indonesia.

Bupati Nagekeo, Jo hanes Don Bosco Do, mengatakan Beras Natural Mbay adalah beras premium karya
anak bangsa, warga Mbay sendiri. Beras premium tersebut akan masuk dalam standar nasional dan
dunia.

Setelah masuk dalam standar nasional dan dunia, PT Pandawa Agri Indonesia berperan sebagai
pemasaran untuk menyiapkan pembeli (off taker) beras Mbay dalam skala lebih besar dengan harga yang
menjanjikan.

Baca juga: Jedah Dua Tahun, MAN Nagekeo Gelar Lagi Pelatihan Jurnalistik

"Kita menginginkan Beras Natural Mbay akan masuk ke pasar regional, nasional dan dunia," kata Don
Bosco.

Project Development PT. Pandawa Agri Indonesia, Faris N. Nutmianto, mengatakan dilakukan tujuh
intervensi untuk meningkatkan produktivitas padi Mbay sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten
Nagekeo.

Intervensi tersebut mulai dari pengolahan tanah, treatment benih, menyediakan benih unggul, label
ungul, mengurangi penggunaan insektisida dan herbisida, kemudian meningkatkan unsur organik dan
mikronutrien di lahan.

CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa mengatakan PT Pandawa Agri Indonesia sudah memiliki
pengalaman mengolah ratusan hektar padi di wilayah Jawa Timur. Sementara di wilayah Mbay, Pandawa
Agri Indonesia juga telah mengolah sekitar 62 hektar lahan padi dan bermitra dengan 95 petani sawah.

Baca juga: Desa Ululoga Nagekeo Masuk Nominasi 300 Besar Lomba Desa Wisata Indonesia

Faris menjelaskan, Pandawa Agri Indonesia akan berperan sebagai pembuka informasi, mendekatkan
inovasi, dan mendampingi saat tahap impelementasi.

Sementara tujuh teknologi yang dikembangkan oleh PT Pandawa Agri Indonesia adalah pertama benih
bersertifikat. Sebab 20-30 persen pertumbuhan padi sangat dipengaruhi oleh benih, pupuk mikro dimana
benih direndam terlebih dengan pupuk mikro, karena benih tidak hanya membutuhkan pupuk makro
seperti urea tetapi juga membutuhkan pupuk mikro.

Teknologi decomposer dimana membusukkan jerami terlebih dahulu, karena jerami memiliki unsur hara
dan makro mikro yang banyak sekali, dan keempat jamur penangkaran (mikoriza), tersimbiosis dengan
akar sehingga cakupan makan akan lebih banyak.

Kemudian, kelima, pupuk silika untuk pertumbuhan padi, keenam reduktan herbisida dan peptisida,
artinya mengurangi semprotan anti hama hingga 50 persen, dan ketujuh, intervensi ramah.

Baca juga: Dipo Centre dan DPC PKB Nagekeo Gelar Vaksinasi Massal

Kepala Dinas Pertanian, Oliva Monika Mogi memberikan apresiasi kepada PT Pandawa Agri melakukan
persiapan selama enam bulan menuju peluncuran Beras Natural Mbay.

"Kita sudah gandeng NGO dan swasta menyediakan benih, pupuk, obat-obatan bagi kelompok tani di
Mbay, intesifikasi lahan sawah, penangkaran benih dengan target produksi sebesar 4-5 ton padi per
hektar," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved