Minggu, 12 April 2026

Berita di Sikka

Terduga Penganiayaan ASN di Sikka Akui Perbuatannya

Terduga penganiayaan yang menewaskan Yohanes Viani Lidy mengakui perbuatanya kepada penyidik telah menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Terduga Penganiayaan ASN di Sikka Akui Perbuatannya
TRIBUN FLORES.COM/ARIS NINU
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu.

TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE-Pelaku penganiayaan berinisial W yang menewaskan Yohanes Viani Lidy di Jalan Brai, Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu 6 November 2021 telah mengakui menganiaya korban.

"Pemeriksaan kepada pelaku menemukan titik terang. Dia mengakui perbuatannya. Pengakuan ini juga didukung keterangan saksi-saksi, sehingga penyidik menetapkan sebagai tersangka," kata Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Margono, mewakili Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, Kamis 11 November 2021.

Status pelaku ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolres Sikka. Ia dijerat
Pasal 351 ayat (3) subsidair pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Penyidik, kata Margono masih mendalami motif pelaku menganiaya korban yang berprofesi aparatur sipil negara yang berkarya pada salah satu kantor pemerintahan di Kabupaten Sikka.

Baca juga: ASN di Sikka Diduga Tewas Dianiaya

Kematian Yohanes ramai diperbincangkan di Kota Maumere sebelum kasusnya ditangani Kepolisian Resort Sikka.

Kasus penganiayaan berat seolah menjadi trend kriminalitas di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Sampai bulan November 2021 telah terjadi lima kasus penganiayaan.

Kasus pertama terjadi Sabtu sore, 2 Januari 2021 di Jalan Raya Waihubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae. Elisa Kanisia (54) staf tata usaha SMKN 1 Maumere domisili di Wolon Betan, Kelurahan Nangalimang meninggal dunia dianiaya Yohanes Julianus alias Juli (49) seorang tukang ojek.

Kemudian hari Minggu sore 9 Mei 2021, Silvester Aidopang tewas dianiaya tiga orang pelaku di Jalan Raya Ojang Mudung, Desa Nebe, Kecamatan Talibura.

Baca juga: Kontraktor Proyek Pemerintah di Sikka Bikin Pernyataan Selesaikan Pekerjaan

Kejadian ketiga berlangsung tanggal 16 Agustus 2021 di Werang, Kecamatan Waiblama. Pelaku, Romanus Resi, orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) membunuh dua orang dan melukai tiga orang lainnya.

Berselang sebulan, 26 September 2021 kejadian serupa di Desa Ipir, Kecamatan Bola. Yoris (17) warga Dusun Habibola, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng dianiaya oleh tiga pelaku di tempat pesta sambut baru.

Korban berikutnya, Marcelo Selestino Rosario alias Nong Celio (19) meninggal dunia dianiaya Sabtu malam 23 Oktober 2021 di Jalan Trans Larantuka, Dusun Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae.

Berita Sikka lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved