Berita Sikka

Sikka Dijadikan Kebun Percontohan Holtikultura

Penanaman holtikultura menggunakan irigasi tetes di Kabupaten Sikka kelak menjadi kebun percontohan yang dapat dipelajari daerah lain di Indonesia.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/ARIS NINU
Direktur Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, menyerahkan kredit mikro merdeka bagi petani muda Sikka, Kamis 2 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti dan Wabup Sikka, Romanus Woga, melakukan penandatanganan MoU dan penanaman Perdana Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura di kebun samping Kantor Bupati Sikka, Kamis 2 NIovember 2021.

Penandatanganan MoU dan penanaman hortikultura melibatkan 17 mitra pemerintah dan swasta disaksikan pejabat Kementerian Desa PDTT RI, Samsul Widodo (Sahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga serta Direktur Bank NTT, Aleks Riwu Kaho.

Pengembangan holtikultura menggunakan sistem irigasi tetes yang ditangani Kelompok Moeda Tani Farm pimpinan Yance Marig.

Yance mengatakan Kabupaten Sikka harus terus didorong menjadi kabupaten percontohan pengembangan hortikultura di lahan kering menggunakan sistem irigasi tetes.

Baca juga: Minggu Depan, Kabupaten Sikka Cairkan Pinjaman Rp 216 Miliar

Yance melibatkan anak muda di Sikka menjadi petani milenial dalam Kelompok Tani Moeda Sikka mulai menanam hortikultura. Jika ada anak muda dari kabupaten lain di NTT yang mau belajar, mereka bisa datang ke Sikka.

“Kami sebagai anak muda kami sangat berbangga karena di Indonesia Timur ini cukup luas. Kami diberi kesempatan untuk menjalankan program closed loop agribisnis dan perjalanan ini cukup panjang. Untuk melibatkan anak-anak muda itu tidak mudah apalagi untuk mengajak teman-teman muda menjadi petani karena hari ini pemuda itu menganggap kalau pertanian itu kerja kasar dan orang tidak tertarik untuk menjadi petani. Tetapi sekarang mereka menanam meskipun tomat satu pohon tapi malah selfie-selfie. Saya petani muda berharap anak-anak muda yang di depan mereka lebih tertarik menjadi petani karena kita akan mengalami satu Krisis petani di Indonesia apabila dalam 10 sampai 15 tahun ke depan teman-teman muda ini mereka tidak mau terjun di dunia pertanian maka itu akan terjadi krisis pertanian di Indonesia,” ujar Yance.

Samsul Widodo, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian PDTT RI, mengatakan, Kabupaten Sikka harus didorong menjadi tempat pembelajaran kebun percontohan lahan kering di NTT.

"Tadi malam saya laporkan ke Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati Sikka bagaimana jika ingin jadi Kabupaten Sikka kabupaten juara. Jadi kalau kita bicara mengenai petani muda hortikultura kabupaten lain datang ke Sikka. Hari ini saya kelima kali selama pandemi mengunjungi NTT keliling terus termasuk saya yang memulai menemukan Nando, Kepala Desa Detusoko Barat.Saya itu pingen obsesi pribadi saya ingin mencari Sikka jadi kabupaten juara. Kalau kita bicara di NTT di mana kita bisa belajar banyak dari satu kabupaten saja. Maka itu, kami sangat berharap Kabupaten Sikka bisa merespon apa yang kami inginkan,” papar Syamsul.

Baca juga: Guru Agama Katolik di Sikka Jalani Seleksi Pendidikan Profesi Guru

Direktur Utama Bank NTT, Aleks Riwu Kaho mengatakan Bank NTT sudah terlibat membina desa-desa, BUMDes dan kelompok masyarakat melalui program peningkatam ekonomi.

Khusus untuk pengembangan sektor hortikultura yang dilakukan Yance Maring bersama anak muda di Sikka, Bank NTT telah memberikan modal dengan kredit mikro merdeka.

"Kami dari Bank NTT sangat mendukung langkah yang pengembangan hortikultura karena ini sangat selaras dengan yang sedang kita kerjakan pengembangan ekonomi di NTT. Hhal yang sama kita lakukan guna memastikan bahwa aktivitas ekonomi yang selama ini terkendala dengan lahan dan akses pembiayaan maka Bank NTT akan menjawab semua kendala itu termasuk apa yang disampaikan oleh Yance Maring tadi khususnya bagi generasi muda yang mau bangkit dan memanfaatkan talentanya menjadi pelopor penggerak ekonomi di NTT," kata Harry Alexander Riwu Kaho.

Berita Sikka lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved