Berita Lembata
Gedung Sekolah Disegel, Murid SDI Atalojo Lembata Belajar di Rumah Warga
Murid dan guru SDI Atalojo di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata melakukan belajar mengajar di rumah warga karena gedung sekolah disegel tukang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Murid-SDI-Atalojo.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ricko Wawo
TRIBUN FLORES.COM,LEWOLEBA-Guru dan murid SD Inpres Atalojo, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata sampai saat itu belum bisa menikmati fasilitas sekolah yang layak. Sekolah mereka yang berada di Desa Nuba Atalojo masih disegel oleh sekelompok tukang dan buruh sejak tanggal 15 dan 16 November 2021.
Penyegelan dilakukan karena pihak kontraktor belum membayar upah. Dampaknya, para murid harus mengikuti ujian semester di rumah warga dan bekas rumah guru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SD Inpres Atalojo, Yosefina Adu, mengatakan setelah penyegelan itu, para guru dan siswa terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di empat tempat berbeda.
Kata Yosefina, ada empat rombongan belajar di SD Inpres Atalojo. Satu rombongan belajar memanfaatkan ruangan yang sementara direhab, dua rombongan belajar di dalam rumah kumuh bekas rumah guru dan satu rombongan belajar di rumah warga.
Baca juga: DPD PPNI Kabupaten Lembata Resmi Dilantik
"Rumah guru itu sebenarnya tidak layak lagi," kata Yosefina di Lewoleba, Senin, 6 Desember 2021.
Total ada 30 murid dan 4 orang guru yang terdampak dari penyegelan sekolah ini. Situasi akan semakin sulit saat memasuki musim hujan seperti sekarang karena gubuk yang rusak.
"Ini sudah musim hujan, jadi pasti makin susah," katanya.
Dia mengakui penyegelan ini membuat situasi belajar di sekolah tersebut terganggu.
Baca juga: Goyang Dendereo Semarakan Hari Disabilitas Internasional di Lembata
Pihak sekolah, pasca penyegelan, sudah membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan pihak kecamatan.
"Harapannya persoalan bisa diselesaikan supaya kami bisa dapat tempat yang layak di ruang belajar yang baik," kata Yosefina.
Informasi yang dihimpun menyatakan penyegelan dilakukan oleh para tukang dan buruh sampai pihak kontraktor membayar upah. Ada dua sekolah lainnya yang disegel selain SD Inpres Atalojo yakni SDI Paulolo dan SDI Ile Kimok.