Pertamina Patra Niaga
Pertamina Buka 147 Helpdesk di Jawa Timur, Bantu Sopir Truk yang Terkendala QR Code BBM Subsidi
Langkah ini diambil untuk membantu para sopir truk yang mengalami kendala teknis saat menggunakan QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/QR-Code-Pembelian-BBM-bersubsidi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan 147 titik layanan bantuan (helpdesk) di seluruh wilayah Jawa Timur.
- Langkah ini diambil untuk membantu para sopir truk yang mengalami kendala teknis saat menggunakan QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi.
- Pemutakhiran data secara berkala dilakukan untuk memastikan BBM subsidi jenis Biosolar maupun Pertalite benar-benar tepat sasaran.
TRIBUNFLORES.COM, SURABAYA – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan 147 titik layanan bantuan (helpdesk) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Langkah ini diambil untuk membantu para sopir truk yang mengalami kendala teknis saat menggunakan QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi.
Penyediaan layanan bantuan ini menyusul adanya aspirasi dari kelompok sopir truk terkait implementasi program Subsidi Tepat.
Para pengemudi mengeluhkan adanya kendala teknis di lapangan yang berpotensi menghambat aktivitas distribusi barang.
Baca juga: Groundbreaking Fuel Terminal Maumere, Langkah Besar Pertamina Perkuat Energi Indonesia Timur
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, pemutakhiran data secara berkala dilakukan untuk memastikan BBM subsidi jenis Biosolar maupun Pertalite benar-benar tepat sasaran.
"Pertamina memandang aspirasi para sopir secara positif. Kami berkomitmen untuk terus mendengarkan dan menghadirkan solusi sesuai kewenangan demi meningkatkan kualitas layanan," ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Penyebab QR Code Terblokir
Ahad mengungkapkan, sistem secara otomatis akan memantau pola penggunaan QR Code di SPBU. Jika ditemukan anomali transaksi, sistem akan melakukan pemblokiran sementara untuk verifikasi ulang.
Anomali yang dimaksud antara lain pengisian BBM dalam volume besar dalam waktu berdekatan, atau pengisian di beberapa SPBU berbeda dalam durasi yang tidak wajar.
"Kondisi tersebut terdeteksi sebagai potensi penyalahgunaan QR Code oleh pihak tak bertanggung jawab, sehingga memerlukan proses verifikasi ulang agar subsidi tetap sasaran," lanjutnya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Terus Penuhi Peningkatan Kebutuhan Brightgas di NTT
Progres Pendaftaran Ulang
Berdasarkan data terbaru, terdapat 119 kendaraan yang melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan kembali QR Code. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kendaraan atau 73,1 persen telah berhasil menyelesaikan proses.
Sementara itu, 32 kendaraan lainnya atau sekitar 26,9 persen masih dalam proses verifikasi. Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan meliputi nomor polisi yang belum terdaftar, QR Code yang terhapus, hingga perlunya revisi data fisik kendaraan.
Pertamina mengimbau masyarakat atau pemilik kendaraan yang datanya belum aktif untuk segera melakukan pendaftaran ulang dengan dokumen yang sah.
"Proses pendaftaran dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM subsidi tanpa kendala," pungkas Ahad.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan pendaftaran, dapat mengakses laman https://subsiditepat.mypertamina.id/ atau menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News