Berita NTT
Jenazah Astri dan Lael Dibawah RB Kelilng Kota Kupang
Pengakuan mengejutkan kepada penyidik Polda NTT disampaikan RB alias Randi,tersangka menghabisi nyawa Astri Manafe dan Lael Macabel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Linggis-dan-Sekop.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Irfan Hoi
TRIBUN FLORES.COM,KUPANG-Pengakuan mengejutkan disampaikan RB alias Randi, tersangka menghabisi nyawa Astri Manafe dan Lael Macabel, kepada penyidik Polda NTT.
Sebelum menguburkan jasad kedua korban di lokasi proyek penggalian pipa SPAM di Kelurahan Pankase, Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, RB membawa kedua jasad berkeliling di beberapa tempat.
"Sebelum Astrid Manafe dan Lael Macabel dikuburkan di lokasi proyek SPAM di Kelurahan Pankase Oeleta, RB membawa jenasah keliling di beberapa tempat," kata Kepala Bidang Humas (Kabid) Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, Senin 6 Desember 2021.
Sebelumnya diberitakan, tersangka pembunuh Astri Manafe dan Lael Macabel, RB mengaku meminjam sekop dan linggis dari seseorang untuk menggali lubang, tempat ditemukan jenazah pada akhir Oktober 2021.
Baca juga: Mayat Ibu dan Anak Terbungkus Plastik Gemparkan Warga Kota Kupang
"Berdasarkan BAP terhadap saksi-saksi, ini adalah alat yang digunakan oleh tersangka RB untuk menggali lubang tempat dimana kedua jenazah itu dikuburkan," kata Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto
Hasil pemeriksaan, lanjut Rishian, RB mengakui meminjam peralatan tersebut dari seseorang. Ia menyebut hal itu masih didalami penyidik untuk melakukan cross check.
Rishian mengatakan baru ada satu tersangka yang ditetapkan dalam kasus itu. Untuk menetapkan tersangka diperlukan keterangan saksi dan barang bukti yang kuat.
Dia menegaskan, penyidik tidak akan berhenti sampai disini. Penyidik terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap alat bukti termaksud keterangan dari tersangka Randi.
Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu & Anak di Kupang, Kapolda NTT: Empatilah Kepada Keluarga Korban & Jaga Situasi
"Penyidikan ini bukan katanya-katanya. Jadi saya menghimbau kepada masyarakat, kalau ada informasi yang valid silahkan disampaikan, kami menerima itu. Tidak perlu kemudian menyampaikan pernyataan yang justru malah menyesatkan," jelas dia.