Berita Lembata
55,53 Persen Penduduk Lembata Belum Disuntik Vaksin Covid-19
Komisi Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Pusat merilis 55,53 persen penduduk Kabupaten Lembata belum mendapat vaksin dosis 1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kegiatan-Vaksinasi.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ricko Wawo
TRIBUN FLORES.COM,LEWOLEBA-Data Komisi Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan EKonomi Nasional (KPCPEN) Pusat, jumlah penduduk Lembata yang mendapat vaksin covid-19 sebanyak, 94274 jiwa. Namun hingga saat ini, jumlah penduduk Lembata yang sudah mendapat vaksin dosis I sebanyak 44,47 persen atau masih ada 55,53 persen yang belum mendapat vaksin dosis I.
Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan akhir tahun ini,80 persen warga Lembata sudah divaksin (dosis I).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Gabriel Bala Warat menjelaskan bahwa, jumlah penduduk yang sudah mendapat vaksin Covid dosis pertama sebanyak 44,47 persen, dosis kedua baru mencapai 19.23 persen dan dosis ketiga (khusus untuk tenaga kesehatan) mencapai 58,3 persen.
Ditemui di ruang kerjanya, Kamis 9 Desember 2021, Gabriel Bala Warat mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi dalam melaksanakan vaksin Covid-19 di Kabupaten Lembata yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat. Masyarakat yang mau divaksin pada umumnya karena hendak keluar daerah misalnya sekolah atau kuliah, kerja, berobat dan lain sebagainya.
Baca juga: Diadvokasi HI dan CIS Timor, Lembata Buka Pasar Inklusi
Kendala lain kata Bala Warat, tenaga dokter untuk screening terbatas. Selama ini untuk melakukan screening di meja tiga adalah dokter. Bala Warat mengatakan solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter maka bidan dan perawat yang memiliki surat tanda register (STR) juga bisa melakukan screening.
Ia juga mengatakan Satgas Covid kecamatan dan desa tidak maksimal, semestinya camat, kepala desa, yang mencari sasaran dan berkoordinasi dengan puskesmas untuk memberi pelayanan.
Bala Warat mengatakan untuk mempercepat kegiatan vaksin dan mencapai target 80 persen tersebut, maka pihaknya juga memperbanyak tim vaksinator. Saat ini sudah 23 tim vaksinator untuk melayani masyarakat.
Selain itu lanjutnya, tim vaksinator akan mendatangi sekolah untuk melakukan vaksin bagi anak sekolah berusia 12-17 tahun. Pihak RSUD Lewoleba juga membuka satu posko untuk pelayanan vaksin. Bala Warat mengatakan, posko di RSUD Lewoleba kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) . Posko vaksin RSUD Lewoleba, melayani masyarakat umum pada hari Minggu.
Baca juga: Nelayan Diminta Tak Melaut di Sekitar Gunung Ile Werung Lembata
Ia mengatakan posko vaksin RSUD Lewoleba membuka pelayanan hari Minggu, sehingga tidak mengganggu pelayanan mereka di RSUD Lewoleba.
Ia mengatakan untuk puskesmas Lewoleba dan Puskesmas Waipukang, jumlah vaksinator masing-masing 10 orang sementara puskesmas lainnya, berjumlah lima orang.