Berita Manggarai

Bupati Manggarai dan Dirut Bank NTT Taman Jagung di Satar Mese Barat

Bupati Manggarai,Herybertus Nabit,dan Direktur Utama Bank NTT,Harry Alexander Riwu Kaho melakukan penanaman simbolis program TJPS di Satar Mese Barat.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/ROBERT ROPO
Penanaman jagung simbolis di Desa Wongka, Kecamatan Satar Mese Barat, Rabu 22 Desember 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUN FLORES.COM,RUTENG-Bupati Manggarai,Herybertus GL Nabit, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan Direktur Kredit Bank NTT, P Stefen Messakh  melaksanakan tanam jagung simbolis perdana dalam program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) bagi kelompok tani di Desa Wongka, Kecamatan Satar Mese Barat, Rabu 22 Desember 2021.

Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit mengatakan, sejauh ini hasil tanam jagung dari para petani hanya pas-pasan dimana hasil per hektar diperkirakan hanya mencapai 2,5-3 ton. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT mencanangkan program TJPS pola Kemitraan ini.

Dimana melalui program ini, kata Bupati Hery, melalui kerja sama pola kemitraan memberikan bantuan berupa bibit jagung, pupuk non subsidi yang baik dan juga dukungan pembiayaan dari Perbankan salah satunya Bank NTT berupa pemberian kredit dan nantinya biaya kredit tersebut akan dikembalikan oleh petani pada saat hasil panen.

Bukan hanya itu, melalui program ini juga, kata Bupati Hery, juga telah disiapkan off taker/pembeli yang akan membeli seluruh hasil jagung dalam program tersebut sesuai dengan harga pasar. Harga standar yang dibeli Rp 3.200/kg meskipun jika harga pasar dibawa Rp3.000/Kg.

Baca juga: Dari Desa Tole Manggarai, Menkominfo Johny Plate Resmikan 16 BTS di NTT

"Jadi masalah kita selama ini siapa yang beli, saya yakin petani Manggarai kalau soal tanam, kami tanam. Karena itu pak gubernur melalui program ini sediakan juga dengan pembelinya,"ungkapnya.

Karena itu, Bupati Hery menjamin bahwa program TJPS itu akan berhasil, sebab program yang luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani.

Dikatakan Bupati Hery, dari program ini ditargetkan hasil jagung yang diproduksi 7 ton/hektar. Jika dikalikan Rp 4 ribu/kg maka hasilnya bisa mencapai Rp28 juta/hektar.

"Jadi tinggal kurangi uang kredit misalnya Rp9 juta, maka sisa masih sekitar 18 juta. Ini uangnya banyak,"ungkapnya.

Baca juga: PAN Siapkan 1.000 Vial Vaksinasi Covid-19 di Manggarai

Bupati Hery juga mengingatkan kepada para petani agar kredit harus dibayar dan juga harus menjual hasil jagungnya di off taker yang sudah disediakan, meskipun ada pembeli yang menawar harga diatas itu. Karena harga yang dibeli off taker sudah terikat.

"Saya minta kita pegang komitmen, harus pegang janji. Kalau tidak nanti orang tidak percaya lagi. Tapi saya yakin kita orang Manggarai pasti pegang komitmen ini,"ujarnya.

Bupati Hery juga meminta agar para petani tekun dan serius membudidayakan tanaman jagung dalam program ini, sebab program ini untuk kesejahteraan ekonomi para petani itu sendiri.

Dikatakan Bupati Hery, penanaman jagung perdana dilaksanakan di Wongka, dengan tujuan agar Wongka menjadi contoh untuk Manggarai. Penanam jagung dalam program tersebut dimulai dengan 20 hektar.

Baca juga: Manggarai dan Ngada Berpotensi Terjadi Hujan Sedang Hingga Lebat

"Kita mulai dengan 20 hektar dulu, tidak masalah, supaya kita bisa kembangkan lagi,"ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved