Rabu, 6 Mei 2026

Berita Flores Timur

Angin Kencang Rusak Rumah Warga Adonara, Flores Timur

Angin kencang dilaporkan menerjang sejumlah rumah warga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Kamis 23 Desember 2021.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Angin Kencang Rusak Rumah Warga  Adonara, Flores Timur
ISTIMEWA
Tenda roboh diterjang angin di kediaman almahrum Frans Lebu Raya, Kamis 23 Desember 2021 di Desa Watoone, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM,LARANTUKA-Peristiwa angin kencang dilaporkan menerjang sejumlah rumah warga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Kamis 23 Desember 2021.

"Angin kencang dan hujan deras  terjadi sekitar 16.30 Wita membuat beberapa rumah warga di sekitar kami atapnya rusak," ujar Bernadus, warga Desa Watoone di Pulau Adonara, dikonfirmasi Kamis 23 Desember 2021.

Ia mengatakan kondisi angin yang sangat kencang berlangsung sekitar 10 menit dan setelah itu masih berlangsung hingga lebih dari 30 menit tidak sekencang saat pertama.

Bernadus mengatakan selain menimbulkan kerusakan pada atap rumah, angin kencang juga merubuhkan tenda-tenda yang terpasang di rumah mantan Gubernur NTT almahrum Frans Lebu Raya di Desa Watoone.

Baca juga: Kodim Flores Timur Wujudkan Mimpi Air di Depan Rumah di Desa Lewobela

"Pohon-pohon di sekitar rumah warga juga tumbang sehingga membuat warga ketakutan," katanya.

Hal senada disampaikan warga Desa Lamablawa, Pulau Adonara, Noven mengatakan angin kencang berserta hujan terjadi cukup lama sehingga menimbulkan kerusakan bagian rumah warga.

"Ada rumah yang jendela dan pintu rusak, ada juga atapnya rusak, tapi saya tidak tahu berapa rumah yang terdampak karena semua orang di desa tidak keluar rumah," katanya.

Ia mengatakan dampak yang paling mengkhawatirkan adalah tumbangnya pohon-pohon seperti kelapa, pepaya, dan lainnya yang berada di sekitar rumah penduduk.

Noven menambahkan selain kerusakan rumah, pasokan listrik di desa setempat juga padam setelah angin kencang tersebut.

Baca juga: Flores Timur Raih TPAKD Award 2021 Kategori Penyedia Akses Keuangan Wilayah Kepulauan

Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Agung Sudiono menjelaskan wilayah NTT saat ini dilanda cuaca ekstrem akibat pola sirkulasi siklonik (pusaran angin) terbentuk di Laut Timor-Arafura dan diindikasikan sebagai suspect area bibit siklon tropis.

Ia menjelaskan suspect area yang terindikasi itu bergerak melambat ke arah barat daya menuju selatan NTT atau di perairan utara Australia.

Kondisi ini memberikan dampak pada pertumbuhan awan-awan hujan di NTT sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir/kilat dan angin kencang.

"Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga 27 Desember 2021," kata Agung.

Berita Flores Timur lainnya

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved