Berita Sikka
Tugu Lonceng Raksasa Dibangun di Jantung Kota Maumere
Pemerintah Kabupaten Sikka dan Keuskupan Maumere menggagas pembangunan Tugu Lonceng di depan Gelora Samador jantung Kota Maumere.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bukit-Situs-Betlehmen.jpg)
Laporan wartawan TRIBUN FLORES.COM, EGY MO'A
TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE-Menjadikan Kabupaten Sikka di Pulau Flores sebagai destinasi wisata rohani terus dilakukan pemerintah bersama masyarakat Kabupaten Sikka. Rencana ini sejalan dengan sejarah Sikka pernah disinggahi Portugis menyebarkan agama Katolik di Pulau Flores.
Salah satu rencana yang segera diwujudkan membangun Tugu Lonceng di jantung Kota Maumere, tepatnya di depan Gelora Samador. Tugu Lonceng ini akan menjadi yang terbesar.
"Rencana awal dengan swadaya umat Keuskupan Maumere. Sekda Sikka sedang melakukan konsolidasi dengan seluruh ASN Sikka.Target sementara dana yang bisa dihimpun Rp 3 Miliar,"kata Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam sambutan perayaan misa Natal, Sabtu 25 Desember di Situs Betlehem Paroki Roh Kudus Nelle.
Menurut Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto Diogo, pembangunan Tugu Lonceng ditergetkan selesai pada tahun 2023. Bila telah rampung maka setiap pukul 12.00 Wita, lonceng akan dibunyikan menandai Doa Angelus.
Baca juga: Menapak Sejuta Tangga Menuju Situs Betlehem di Nele Merayakan Misa Natal
Gagasan membangun Tugu Lonceng mendapat sambut positif umat Paroki Roh Kudus Nelle merayakan misa Natal dipimpin Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu. Mereka memberi tepuk tangan menyetujui rencana pembangunanTugu Lonceng.
Lokasi Gelora Samador menjadi titik sentral tiga arah perjalanan di wilayah Flores. Arah barat menuju Kabupaten Ende menelusuri lintas Selatan Jalan Trans Flores.
Ke arah timur menuju Kota Reinha Rosari Larantuka, Flores Timur. Sedangkan lintas utara menelusuri Pantai Utara melewati sebagian wilayah utara Kabupaten Ende dan menuju Kota Mbay Kabupaten Nagekeo.
Gelora Samador menjadi pusat perayaan Tahun Nasional Maria 1988. Setahun kemudian tanggal 10-11 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II menjejakan kaki di Kota Maumere membawa berkat luar biasa bagi Tanah Flores. Pemimpin Gereja Katolik sedunia memimpin perayaan misa di Gelora Samador, kemudian menginap semalam di Seminari Tinggi St.Petrus Ritapiret di wilayah Desa Nita, 10 Km sebelah barat dari Kota Maumere.
Baca juga: Pesan Uskup Larantuka; Natal di Masa Sulit Disambut Sukacita
Kamar tidur Paus Yohanes Paulus II dengan semua fasilitas yang pernah digunakanya sampai kini terawat rapih menjadi lokasi kunjungan umat dari berbagai agama, suku dan bangsa. Banyak umat mengalami kesembuhan dengan berdoa kepada Paus Yohanes Paulus II yang telah bergelar Santo.
Pada masa Keuskupan Maumere dipimpin Mgr.(Emeritus) Gerulfus Kherubim Parera, SVD dan pemerintah Kabupaten Sikka dipimpin oleh Bupati Drs.Aleks Longginus muncul gagasan mengubah Gelora Samador dibangun Katedral Maumere. Gagasan tersebut masih terus bergulir sampai saat ini.