Breaking News:

Berita Maumere

Melihat Proses Penyulingan Moke di Maumere Sikka, Warisan Leluhur yang Masih Ada hingga Kini

Minuman tradisi masyarakat Flores ini pun diproses secara tradisional. Proses itu diwariskan secara turun temurun dan ada sampai sekarang.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM/ARIS NINU
MOKE - Tempat masak moke di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur yang dilakoni Antonius Nian Moron, Kamis 13 Januari 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Moke merupakan minuman tradisional dari pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terbuat dari hasil iris buah dan bunga pohon lontar ataupun enau.

Di Pulau Flores, moke adalah minuman khas dan simbol adat, persatuan dalam kehidupan sosial.

Minuman tradisi masyarakat Flores ini pun diproses secara tradisional. Proses itu diwariskan secara turun temurun dan ada sampai sekarang.

Seperti yang dilakoni Antonius Nian Moron di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka saat ditemui tim TribunFlores.com, Kamis, 13 Januari 2022 siang.

Baca juga: Pengendara Takut Terjaring Operasi Yustisi di Tarus Kupang

Setiap pagi pria berusia 43 tahun ini mengiris mayang atau buah lontar untuk menghasilkan nira atau moke putih. Moke putih adalah hasil urisan mayang dari pohon Lontar.

Kemudian, nira atau moke putih itulah yang oleh Anton dimasak di dalam wadah sebuah drum di atas sebuah tungku api.

Tungku dan wadah drum itu sudah dirangkai dengan peralatan tradisional bambu dan kayu. Moke putih yang dimasak akan menguap melalui bambu yang sudah dirangkai sedemikian rupa.

Dalam rangkaian bambu itulah terjadi proses penguapan. Moke putih yang dimasak itu menguap menjadi tetesan air pada ujung bambu.

Tetesan air itu ditampung dengan wadah yang sudah disiapkan. Hasil tampungan tetesan air inilah yang disebut moke, berwarna putih bening.

Anton berujar proses memasak dan menyuling hingga menghasilkan tetesan moke butuh waktu berjam-jam.

Baca juga: Menyusuri Pasar Senja di Kampung Wuring Maumere, Berburu Ikan Segar & Pakaian Bekas

Satu wadah drum 20 liter atau 9 jeriken moke putih yang disuling bisa menghasilkan moke sebanyak 52 botol.

Anton menghidupi keluarganya dari penyulingan dan penjualan moke. Selain dibeli oleh masyarakat setempat, moke yang disuling Anton juga dikirim ke luar daerah.

Anton memaknai sebagai sebuah anugerah yang diwarisakan leluhur. Bagi Anton, moke itu kehidupan. Karena, dengan moke Anton, mewarisi tradisi leluhur, memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak - anak.

Berita Maumere Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved