Berita Sikka
Kopdit Obor Mas Danai Usaha Peternakan Sapi di Pulau Timor dan Flores
KSP Kopdit Obor Mas digandeng Team Ad Hock Peternakan Provinsi NTT menyediakan pembiayaan pengadaan sapi bagi peternak di Pulau Timor dan Flores.
Laporan Wartawan TRIBUN FLORES.COM, EGY MO'A
TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE-Satu lagi peluang pembiayaan segera dilakukan oleh KSP Kopdit Obor Mas Maumere dari Pulau Flores. Sektor usaha peternakan akan didanai dari berbagai produk pinjaman milik Kopdit Obor Mas diberikan kepada peternak di Pulau Timor dan Flores.
Hal itu terungkap dalam diskusi General Manajer (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, dengan tim Ad Hoc Peternakan Provinsi NTT, Rabu 12 Oktober 2022 di Kantor KSP Kopdit Obor Mas Cabang Utama Kota Kupang. GM Kopdit Obor Mas didampingi manajer area, Martonsius Juang, dan Manajer Cabang Kupang, Rofinus Mambo.
Diskusi ini menjawab permohanan Team Ad Hock Peternakan Provinsi NTT dihadiri Ir. Alfridus Bria Seran (Ketua), Paulina B. Niron (Bendahara), Drs. Kristoforus Blasin (Bidang Komunikasi dan Informasi), Ir. Bambang Permana, M.Si (Bidang Perencanaan dan Pengembangan), Stanis Ngawang, SE, MM (Bidang Umum/Personalia), dan Marthen Kasse, ST (Bidang Pemasaran).
Alfridus Seran menjelaskan, Team Ad Hock Peternakan NTT merupakan lembaga independen dibentuk mendukung program kemandirian pangan melalui penguatan peternakan rakyat. Programnya sudah berlangsung di Kabupaten Kupang, TTU, Malaka, juga merambah Kabupaten Manggarai dan Sikka.
Baca juga: Kopdit Obor Mas Tumbuh Pesat 2021, Aset Rp 1,107 Triliun dan Anggota Bertambah 17 Ribu
Peternakan yang sementara dikembangkan, yakni penggemukan sapi dengan estimasi panen antara 4-6 bulan, sehingga peternak dapat panen minimal 2-3 dalam setahun. Tim Ad Hock sudah mendampingi peternak di Amarasi, Kabupaten Kupang.
Team Ad Hock Peternakan Provinsi NTT mendampingi peternak mulai dari persiapan kandang, pembelian bibit sapi, pakan dan pemasaran hasil produksi. Selain membantu mengasuransikan sapi untuk mendapatkan tiga jenis perlindungan, yakni mati, hilang dan patah atau celaka, sehingga peternak tidak rugi dan Kopdit Obor Mas tidak mengalami kerugian.
Sedangkan KSP kopdit Obor Mas diharapkan mengambil peran pembiayaan kepada peternak melalui pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dana yang dibutuhkan setiap peternak diestimasi Rp 25 juta untuk pengadaan tiga ekor sapi.
”Kami memiliki satu semangat membantu program pemerintah NTT melalui kemandirian pangan dan salah satunya adalah peternakan. Semua peternakan dampingan kami hampir 1.000-an orang diberbagai kabupaten. Kami dorong mereka bergabung di KSP Kopdit Obor Mas," kata Alfridus.
Baca juga: Gubernur NTT; Pijakan Kokoh Kopdit Obor Mas Ekspansi ke Kota Kupang
Leonardus F.Moat Lering menyambut gembira gagasan kerjasama yang ditawarkan Team Ad Hock Peternakan Provinsi NTT. Kopdit Obor Mas, kata Yanto, sapaan Frediyanto memiliki beberapa produk unggulan yang bisa diakses oleh masyarakat.
"Visi Kopdit Obor Mas dan lembaga ini sejalan, ingin masyarakat sejahtera.Diskusi kami akan berlanjut lagi dan segera dieksekusi secepatnya membantu para peternak sapi di Timor dan Flores," kata Yanto.