Berita Flores Timur

Lahan Pembangunan Rumah Korban Bencana Adonara Sudah Bersertifikat

Bupati Flores Timur,Antonius Gege Hadjon mengatakan lahan pembangunan rumah bagi korban bencana Badai Seroja di Pulau Adonara sudah disertifikat.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Rumah korban bencana Badai Seroja di Desa Saosina, Kecamatan Wotanulumado, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. 

 Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon mengaku status lahan pembangunan rumah untuk korban bencana seroja di tiga desa Pulau Adonara sudah bersertifikat. 

"Baik di Oyang Barang, Saosina dan Nelelamadike, semuanya sudah bersertifikat atas nama pemerintah daerah Flotim. Setelah 10 tahun, akan dipecahkan sertifikatnya atas nama kepala keluarga penerima bantuan," ujarnya kepada wartawan saat menerima penyerahan rumah bagi korban bencana di Desa Oyang Barang," Jumat 25 Februari 2022.

Ia mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, pemerintah sudah melakukan pendekatan kepada warga pemilik lahan, hingga pada penyerahan dan tahap uji publik. 

"Sudah ada bukti penyerahan dan semuanya sudah bersertifikat," katanya.

Baca juga: Flores Timur Urutan Kedua Tingkat Kemiskinan Terendah di NTT

Sebelumnya anggota DPRD Flotim, Muhidin Demon Sabon saat rapat kerja bersama pemerintah, Rabu 23 Februari 2022 menyebut ada klaim warga atas kepemilikan lahan di Desa Saosina yang sedang dibangun rumah bagi korban bencana seroja April 2021 lalu. 

"Ini fakta saat saya turun ke desa itu. Bahwa masih ada protes dari warga yang mengaku punya hak atas lahan itu," ungkap Ketua Fraksi Gerindra itu. 

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Flotim, Edu Fernandez mengaku, lahan pembangunan rumah bagi korban bencana di Desa Saosina sempat berpindah dua kali, lantaran ada komplain dari masyarakat. 

Menanggapi protes itu, kata dia, pihaknya langsung menyikapi dengan menggelar musyawarah yang melibatkan warga yang komplain. Hingga pada tahap uji publik selama dua pekan, tidak ada lagi protes dari warga yang mengklaim.

Baca juga: Toko Fathur Larantuka Dibobol Pencuri, 13 Unit HP Hilang

"Komplain itu sudah disikapi pemerintah. Saat cros cek di lapangan semua pihak dilibatkan hingga pada tahap penyerahan. Saat musyawarah, masyarakat yang komplain juga kita undang, tapi tidak hadir. Maka kita lanjutkan ke pemerintah pusat untuk dibangun," katanya. 

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved