Berita NTT
BMKG Sebut Angin Kencang Landa NTT 3 Hari Kedepan
Diprediksikan, akan menguat kembali seiring pergerakannya ke arah barat daya menuju samudera Hindia Utara Australia Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kondisi-perairan-di-Kota-Kupang.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tiga hari kedepan.
NTT sejak Senin 28 Februari 2022 hingga 2 Maret 2022 berpotensi terjadi angin kencang.
Terpantau adanya eks-siklon tropis Anika yang posisinya memasuki daratan Kimberly, Australia Utara atau 580 kilometer sebelah selatan Rote.
Diprediksikan, akan menguat kembali seiring pergerakannya ke arah barat daya menuju samudera Hindia Utara Australia Barat.
Baca juga: Kapolres Sikka Sematkan Pita Operasi Turangga 2022, Ajak Patuhi Prokes
"Dampak tidak langsung dari eks-siklon tropis ini meningkatnya kecepatan angin di wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi, Senin 28 Februari 2022.
Ada pun pertemuan/perlambatan angin dan didukung pula gelombang equatorial Rossby dan MJO aktif di wilayah NTT.
Ini bisa memicu pertumbuhan awan hujan dengan kondisi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, Agung menyebut saat ini wilayah NTT masih berada pada periode musim hujan. Dalam tiga hari kedepan diprediksikan sejumlah wilayah terjadi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Baca juga: Infrastruktur di Madawat Sikka Dikerjakan Pakai Dana Pinjaman
Rincian potensi pada 28 Februari dan 1 Maret 2022 yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Belu, Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote dan Sabu.
Sementara pada 2 Maret 2022, hujan terjadi di Manggarai Barat, Ngada, Flores Timur, Alor, Sabu, Ende, Nagekeo, Kabupaten Kupang, Rote, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya.
Warga diminta waspada dengan dampak cuaca ini yang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, bandang, banjir rob, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin, dan sambaran petir.
"Khusus daerah bertopografi curam/gunung /tebing patut waspada potensi longsor dan banjir bandang saat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam durasi panjang," sebut Agung. (*)