Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Tuhan Tidak Pernah Tunduk Kepada Setan
Bacaan Pertama: Ulangan, 26: 4 - 10a, Bacaan Kedua, Roma 10: 8 - 13. Injil Lukas, 4: 1 - 13.
Saudara-saudari, hari ini kita merayakan Minggu Pertama Masa Prapaskah. Hari ini kita mendengar bagaimana Yesus Kristus digoda oleh Setan di saat Ia lagi mengadakan retreat Agung di padang gurun.
Setan tahu bahwa selama retreat, Yesus tidak makan apa-apa. Ia kelaparan. Setan berpikir, mungkin Yesus akan cepat jatuh kalau Ia digoda dalam soal makanan. Kebutuhan biologis harus dipenuhi kalau tidak, maka mahluk hidup akan alami sakit atau mati kelaparan.
Setan menggodai Yesus: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Manusia hidup bukan dari roti saja.” Setan pada dasarnya berpijak pada pendekatan yang keliru. Batu samasekali tidak bisa digunakan sebagai bahan makanan.
Ia menggodai Yesus dengan godaan yang sama sekali bertentangan dengan hakekat batu. Tuhan menciptakan batu bukan untuk dimakan. Batu sama sekali tidak bisa menggantikan buah-buahan atau roti. Dalam kegelapannya, Setan tidak tahu bahwa ia sesungguhnya dikalahkan oleh logikannya sendiri.
Tuhan sudah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Yesus, Putera Allah tidak mungkin melanggar rencana BapaNya. Apapun kuasa yang dimiliki-Nya, Ia samasekali tidak memanfaatkannya dengan sesuka hati dan bertentangan dengan rencana BapaNya.
Kemudian Setan membawa Yesus ke tempat yang tinggi dan meminta Yesus untuk menyembahnya. Katanya: “Segala kuasa itu dan kemuliaannya akan kuberikan kepadaMu. jadi jika Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milikMu.” Dalam godaan ini, Setan berambisi mau menjadi Tuhan.
Sekali lagi, satu pendekatan salah. Setan tetap Setan. Dia tidak bisa merobah hakekatnya. Dalam jawaban, Yesus kembali menyadarkan dia dengan berkata: “Ada tertulis, Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Setan, belum juga hilang akal,
ia membawa Yesus ke bubungan Bait Allah, katanya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu dari sini ke bawah, Tuhan akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau dan mereka akan menatang Engkau supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus sungguh sadar akan statusnya sebagai Anak Allah. Ia juga sadar bahwa kuasa keallahan-Nya ada dalam dirinya. Godaan Setan itu sama sekali tidak punya arti bagiNya. Karena itu Ia berkata kepada Setan: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.”
Saudara-saudari, godaan Setan sesungguhnya selalu terjadi di saat kita lemah atau di saat kita alami kesuksesan. Saya yakin, kita semua sudah alami tiga bentuk godaan seperti yang dialami Yesus dalam Injil hari ini, yaitu: menyangkut makanan/kebutuhan biologis: di saat kita lapar atau haus misalnya, macam-macam pikiran ada dalam benak kita.
Kalau kita punya uang kita bisa gunakan uang membeli apa yang kita butuhkan. Tetapi kalau tidak ada uang, maka macam-macam pikiran negatip menggodai kita. Sering kita juga digoda dalam hubungan dengan kenikmatan duniawi, soal kuasa.
Kadang kita menggunakan kuasa demi kepentingan diri sendiri; atau gunakan kekayaan untuk kepuasan diri sendiri; Kadang, kita juga digoda dalam hubungan dengan iman kita. Kadang karena merasa diri selalu rajin berdoa, rajin ke gereja, kita mengeritik orang yang tidak datang berdoa.
Saudara-saudari, Injil hari ini sesungguhnya mau mengingatkan kita supaya selalu focus pada Tuhan. Yesus adalah Anak Allah. Ia sadar akan statusnya dan Ia pun selalu dalam komunion dengan BapaNya.
Dalam situasi apa pun Ia selalu ada bersama BapaNya.
Sebagai pengikutNya, kita pun akan mengalami hal yang sama. Jika kita selalu dipimpin oleh Tuhan dan selalu memberi diri secara total dan sungguh percaya padaNya, maka godaan dunia bukanlah sesuatu yang berat untuk dihidari.
Kekuatan kuasa Tuhan yang ada bersama kita akan memampukan kita melawan semua godaan setan. Hendaklah kita harus selalu sadar bahwa kekalahan Setan hari ini, tidak berarti, ia tidak akan datang menggodai kita lagi. Injil hari ini katakan: “Ia mundur dari Yesus dan menungguh waktu yang baik.”
Itu berarti ia akan selalu datang menggodai kita; menggodai Yesus Kristus yang bersemayam dalam diri kita. Kita harus selalu waspada entah di saat kita lemah atau di saat kita merasa sukses dalam hidup.
Karena itu, hendaklah kita selalu meminta Bunda Maria untuk berdoa bersama kita, agar dengan doa-doanya kita selalu diperkuatkan dikalah kita digoda oleh Setan. Amin
Baca renungan Katolik lainnya