Berita Ngada

Angka Stunting Versi SSGI di Ngada Masih Tergolong Tinggi

Bila dibandingkan tahun 2020 sebelumnya, jumlah penderita stunting di Kabupaten Ngada memang masih relatif tinggi.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
BERI KETERANGAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yak Yoseph Mawo, memberikan keterangan. Ia memastikan data riil penderita stunting di Kabupaten Ngada terus menurun setiap tahun.(cr3) 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Angka stunting di Kabupaten Ngada dilaporkan terus mengalami penurunan.

Meski begitu, survei nasional perkembangan status gizi balita melalui Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) merilis data tingkat balita stunting di Kabupaten Ngada Tahun 2021 malah mencapai 29 persen lebih.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yak Yoseph Mawo kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 11 Maret 2022, mengatakan, tingginya angka penderita stunting di Kabupaten Ngada versi SSGI didasarkan pada metode pengambilan sampel survei nasional yang hanya melibatkan 10 orang bayi dan balita disetiap desa di Kabupaten Ngada sebagai sampel kasus.

Baca juga: Ketua Pokja Bilang Angka Stunting di Matim Menurun Berdasarkan e-PPGBM

 

Sementara, pendataan utuh dan terperinci tentang angka penderita stunting di Kabupaten Ngada seharusnya diambil dari tempat pelayanan pemantauan kesehatan seperti Posyandu, seperti yang lazim dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Ngada.

Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, pendataan terakhir terkait jumlah penderita gizi buruk pada bayi dan balita di Kabupaten Ngada terkahir dilakukan tahun 2021 lalu.

Dijabarkan, dari 10.546 bayi dan balita di Kabupaten Ngada, sebanyak 1222 bayi dan balita atau sekitar 11,7 persen diantaranya alami stunting.

Bila dibandingkan tahun 2020 sebelumnya, jumlah penderita stunting di Kabupaten Ngada memang masih relatif tinggi.

Baca juga: Wakapolres Ngada Ingatkan Bhabinkamtibmas Harus Bertanggungjawab Menjalankan Tugas

Tercatat, pada tahun 2020 lalu, dari 11.725 bayi dan balita, terdapat 1632 diantaranya atau sekitar 15,7 persen menderita stunting.

Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada hingga saat ini terus menggalakkan upaya dan kampanye cegah stunting.

Targetnya, ditahun 2022 ini, sesuai arahan Bupati, persentase penderita stunting di Kabupaten Ngada harus berada tersisa satu digit atau dibawah 10 persen.

Upaya itu telah diterjemahkan oleh Dinas Kesehatan Ngada melalui sejumlah kegiatan-kegiatan kampanye cegah stunting menggunakan dua pola penyelesaian yakni pola spesifik seperti pemberian makanan tambahan (PMTA) kepada bayi, balita dan ibu hamil, pemberitaan obat tambah darah kepada remaja putri dan termasuk ajakan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

Sementara, melalui pola sensitif, pemerintah mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ngada untuk tetap menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan sanitasi lingkungan dan mengkonsumsi makanan sehat.(cr3).

Berita Ngada lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved