Berita Manggarai Timur

Ketua Pokja Bilang Angka Stunting di Matim Menurun Berdasarkan e-PPGBM

Stunting merupakan masalah penting dalam kaitannya dengan persiapan generasi cerdas dimasa yang akan datang.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
BERI KETERANGAN- Sekda selaku Ketua Pokja Matim, Ir Boni Hasudungan Siregar sedang memberikan keterangan, Rabu 9 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Topik pembicaraan mengenai stunting belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial maupun pemberitaan media massa.

Hal itu berawal dari Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) Provinsi NTT, yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada Jumat, 4 Maret 2022 lalu.

Walaupun terus mengalami penurunan trend sejak tahun 2018, namun secara Nasional prevalensi stunting di NTT masih masuk dalam kategori tinggi yaitu sebesar 20.9 % di tahun 2021.

Baca juga: Wakapolres Ngada Ingatkan Bhabinkamtibmas Harus Bertanggungjawab Menjalankan Tugas

 

Berdasarkan siaran pers BKKBN, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa berdasar Studi Status Gizi Indonesia 2021, lima Kabupaten di NTT yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia yaitu Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Barat dan Manggarai Timur.

Masuknya Manggarai Timur sebagai salah satu dari lima daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di NTT dengan angka 42.9 % menimbulkan diskusi dan perdebatan yang cukup ramai di media sosial. Angka ini seolah menggambarkan bahwa Pemda Matim tidak serius menangani masalah stunting.

Perdebatan juga muncul karena data prevelensi stunting yang dirilis oleh Pemda Matim sebelumnya sebesar 12 % per Frebuari 2022 dan untuk ini Manggarai Timur mendapat penghargaan peringkat 2 pelaksanaan konvergensi stunting di Provinsi NTT.

Terkait dengan permasalahan Stunting tersebut, Sekertaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pokja Stunting Kabupaten Manggarai Timur, Ir Boni Hasudungan Siregar, saat kopi bareng wartawan di media center, Rabu 9 Maret 2022, mengatakan, Pemda Matim merasa perlu untuk menyampaikan beberapa hal dalam penanganan stunting sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Baca juga: Warga Manggarai Timur Ini Anyam Gedek Hidupkan Keluarga hingga Sekolahkan Anak

Boni menjelaskan, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga merupakan salah satu penyebab pertumbuhan tinggi badan anak terhambat dan tidak sesuai dengan usianya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved