Berita Manggarai Timur

Warga Manggarai Timur Ini Anyam Gedek Hidupkan Keluarga hingga Sekolahkan Anak

Silvester menjualnya dengan harga Rp 80.000. Namun gedek hasil kerajinan itu tidak setiap hari laku terjual.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
ANYAM -Silvester Hambut sedang mempersiapkan bahan untuk mengayam gedek, Jumat 11 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Silvester Hambut Warga Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menganyam gedek bambu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga termasuk membiayai sekolah anak hingga lulus SMA.

Silvester kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 11 Maret 2022, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya sekolah 3 orang anaknya, sejak tahun 2005 lalu ia bekerja menganyam gedek, selain bekerja menggarap sawah.

Saat ini kata dia, anaknya pertama dan keduanya sudah lulus SMA. Sedangkan anak ketiga masih duduk di bangku kelas 3 SMP dan yang keempat belum sekolah yang berstatus disabilitas.

Baca juga: Tingkat Konsumsi Ikan Tahun 2021 Kabupaten Sikka Tertinggi di Provinsi NTT

 

 

Silvester juga menginginkan agar dari ketiga anaknya itu salah satunya harus serjana.

"Saya inginkan supaya satu anak saya sarjana. Tetapi lihat saja, karena ekonomi serba terbatas, apalagi gedek ini juga tidak sering laku terjual. Sejak tahun 2005 lalu saya anyam gedek ini untuk tambah-tambah kebutuhan keluarga termasuk biaya sekolah, memang hasilnya tidak berapa karena tidak tiap hari orang beli gedek ini,"ungkap Silvester.

Silvester mengaku, setiap hari Ia mampu menganyam 3 lembar gedek berukuran 2x3 meter.

"Yang sulit bela bambunya sehari hanya bisa ukuran 2 lembar gedek saja, tapi kalau anyam saya bisa sampai 3 lembar,"ungkapnya.

Baca juga: Kisah Si Pandai Besi di Ngada Sekolahkan 5 Anaknya Jadi Sarjana

Setiap lembar gedek, Silvester menjualnya dengan harga Rp 80.000. Namun gedek hasil kerajinan itu tidak setiap hari laku terjual.

"Tidak setiap hari orang datang beli, mungkin dalam satu Minggu baru laku 3-5 lembar. Sekali-kali baru ada yang beli dalam jumlah banyak bisa sampai 10 lembar,"ungkapnya. (*)

Berita Manggarai Timur lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved