Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah Bagi Mereka yang Menganiaya Kamu
Hari ini Yesus berkata: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Begitu banyak pengikut Kristus berani mati karena iman akan Kristus. Pemimpin mereka, Yesus Kristus, sudah mengajar dan menghayatinya secara pribadi.
Inspirasi dan contoh hidupNya sudah mempengaruhi hiudp para pengikutiNya. Dia mengasihi musuh-musuh-Nya dan mengampuni mereka yang membunuhnya dari atas kayu salib.
Katanya: “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Salah satu contoh hidup yang kita tahu adalah St. Yohanes Paulus Kedua.
St. Yohanes Paulus kedua, sewaktu menjalankan tugasnya sebagai Paus ditembak oleh seorang pemuda bersama Ali Aqca 1 Mei 1981.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Jalankanlah Ajaran Tuhan dengan Sepenuh Hati
Sesudah sembuh dari sakitnya, Ia ke penjarah mengunjungi pemuda yang menembak dia. Ia mengampuni penjahat itu.
Paus Yohanes Paulus kedua sungguh mengikuti apa yang diajarkan oleh Yesus Kristus hari ini: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Mengapa kita harus mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya kita? Tujuan utamanya adalah agar orang yang bersalah itu terinspirasi dan pelan-pelan menyadari kesalahannya dan bertobat.
Itulah yang dialami oleh Ali Aqca penembak Paus Yohanes Paulus kedua sesudah mendapat pengampunan dari Paus, dia bertobat.
Karena itu kita, pengikut Kristus sudah seharusnya mengikuti ajaran Kristus untuk mengasihi musuh dan mendoakan penganiaya atau orang yang selalu menyakiti kita..
Saudara-saudari
Siapa yang selalu bersama Tuhan, dan sungguh menghayati apa yang diajarkan Kristus, baginya segalanya mungkin terjadi.
St. Yohanes Paulus kedua dan banyak para kudus serta banyak orang saleh yang masih hidup di dunia ini, sanggup menahan penderitaan dan bersedia memaafkan orang yang menganiaya mereka karena Tuhan selalu memberkati dan memberi mereka kekuatan.
Mereka sungguh sadar bahwa mereka tidak sendirian; mereka percaya, bahwa kekuatan Allah sungguh hidup dalam diri mereka. Mereka seungguhnya adalah saksi Kristus yang sungguh hidup di jaman mereka. Mereka adalah Kristus yang hidup di antara kita.
Pertanyaan untuk kita: Apakah kita sungguh menghayati dan mengamalkan ajaran Kristus hari ini, yaitu mengasihi musuh dan mendoakan orang yang selalu meyakiti hati kita?
Di tempat kerja kita, kalau kita satu-satunya pengikut kristus, apakah kita selalu tunjukkan keaslian hidup kita, bahwa kita adalah pengikut Kristus yang setia?