Berita Lembata
Penderita Tuberkulosis di Lembata Tinggi,Kesadaran Berobat Rendah
Tiga tahun terakhir,penderita TBC di Lembata sebanyak 374 pasien tersebar di semua kecamatan.Tahun lalu, seorang penderita TBC meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/HARI-TUBERKULOSIS.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Penderita penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lembata cukup tinggi. Tiga tahun terakhir, penderita TBC di Lembata sebanyak 374 pasien tersebar di semua kecamatan. Bahkan tahun lalu, satu orang penderita TBC meninggal di Puskesmas Waipukang.
"Sebenarnya angka TB masih tinggi. Tapi cakupan penemuan masih rendah," ujar Donatus Dudeng, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lembata, usai acara peringatan Hari Tuberkulosis sedunia di Desa Riangbao, Kecamatan Ile Ape, Kamis, 24 Maret 2022.
Donatus berkata faktor dari cakupan penemuan TBC yang rendah adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri di Puskesmas. Itulah sebabnya, peringatan hari TBC sedunia diselenggarakan di desa Riangbao guna melakukan sosialisasi terpadu tentang penyakit tuberkulosis.
"Sehingga semakin banyak penderita yang kita temukan. Dan bantu pengobatan," tandasnya.
Baca juga: Bertemu Bupati Lembata, Warga Lerek Keluhkan Kampungnya Masih Gelap
Menurut dia, pihaknya coba menggalang keterlibatan lintas sektor, melakukan advokasi pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
Kepala Desa Riangbao, Mantho Langoday, menjelaskan pemerintah desa juga menganggarkan dana desa untuk bidang kesehatan termasuk stunting yang berdampak pada 7 anak di Desa Riangbao.
"Tenaga kesehatan kita biayai dari dana desa juga. Sarana dan pra sarana kesehatan juga masih sangat minim," kata Mantho.
Dia harap pemerintah kabupaten tidak sekadar sosialisasi tuberkulosis tapi benar-benar ada program pemeriksaan langsung kepada masyarakat.
Baca juga: Bupati Lembata Perintahkan Evaluasi Perusahaan Mutiara di Teluk Hadakewa
Kepala Puskesmas Waipukang, Margaretha Ose Making menjelaskan 50 persen warga Lembata menderita batuk-batuk tapi belum mau memeriksakan diri di Puskesmas.
"Jadi kita tidak tahu dia penderita TB atau tidak," ungkap Ose Making.
Acara peringatan hari TB sedunia juga dimeriahkan dengan pengalungan duta TB tingkat Kabupaten Lembata kepada kader posyandu Marselina Mala, seorang remaja asaal Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.