Minyak Goreng Langka
Pedagang Akui Harga Minyak Goreng Mahal di Sikka
Warga asal Kelurahan Nangalimang ini mengungkapkan sudah hampir seminggu harga minyak goreng mulai menanjak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pedagang-Laurensius.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Fenomena kenaikan harga minyak goreng akhir-akhir ini sangat dirasakan warga.
Para distributor dan pedagang maupun konsumen di Kabupaten Sikka, juga turut merasakan dampak kenaikan harga minyak goreng tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Pedagang pengecer, Laurensius.
Baca juga: Bumdes Oko Mogo Ajak Warga Nagekeo Dukung Kampung Adat Tutubhada di Lomba Desa Wisata Nusantara
Warga asal Kelurahan Nangalimang ini mengungkapkan sudah hampir seminggu harga minyak goreng mulai menanjak.
Dirinya mengaku membatasi stok pembelian untuk menghindari kerugian.
"Sudah seminggu ini, saya dan pedagang lain mulai rasakan harga minyak goreng Yang meninggi, dan aktivitas jual beli juga mulai dibatasi dan dikurangi, sebab takutnya rugi," ujarnya kepada TribunFlores.Com, Senin 28 Maret 2022.
Terkait dengan harga minyak goreng yang hingga kini masih dijual Laurensius di Kiosnya, ia menjelaskan, hanya satu merek yang dibelinya yakni minyak goreng bermerek Mubarok.
Setiap kali berbelanja, laurensius hanya membeli satu dos minyak goreng jenis Mubarok, yang tiap dosnya berisi 2 lusin, perlusin 12 botol dan total 24 botol.
Sebab, menurut dia minyak goreng bermerek lain harganya terlampau mahal, terkhusus untuk masyarakat kecil berpenghasilan rendah.
Baca juga: Kampung Adat Tutubhada Peringkat 9 Lomba Desa Wisata Nusantara
Harga Minyak goreng jenis Mubarok, tiap dosnya Rp. 300.000 untuk harga sekarang. Sedangkan harga sebelumnya sebelumnya, Rp.250.000 per dos.
Tiap botol berisi 500 ml dan perbotol dijual dengan harga Rp. 15.000 yang sebelum kenaikan harganya di jual cuma Rp.10.000.
Laurensius juga menyinggung harga minyak goreng yang berbotol kecil berisi 250 ml, naik harganya.
"Untuk botol kecil 250 mili, tiap dos isi 4 lusin. Kita jual sekarang Rp. 8.000 perbotol sebelumnya Rp.5000. Kita memang ambil per dos akhir-akhir ini, kadang 2 minggu baru selesai di jual atau laku semua," tandasnya.