Kamis, 16 April 2026

Berita Manggarai Barat

Tanah Bergerak Ancaman Terus Menerus Warga Wae Munting dan Dange Manggarai Barat

Selama musim hujan masih berlangsung,fenomena tanah bergerak akan terus menerus mengancam 114 kepala keluarga di Kampung Wae Munting dan Dange.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Tanah Bergerak  Ancaman Terus Menerus Warga Wae Munting dan Dange Manggarai Barat
TRIBUNFLORES.COM/GECIO VIANA
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenotek memberikan penyampaian kepada warga Kampung Wae Munting Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Mabar, Sabtu 2 April 2022.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM.COM, Gecio Viana

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO-Pergerakan tanah  mengancam 114 kepala keluarga di Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores ketika hujan masih terus-menerus berlangsung di wilayah itu.

Fenomena ini terdeteksi sejak 2018 mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan sembilan rumah lainnya rusak sedang  di Kampung Wae Munting dan Kampung Dange. 

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenotek mengatakan, musim hujan di daerah yang mengalami pergerakan tanah itu masih berlangsung hingga akhir April 2022.

"Untuk bagian selatan Sano Nggoang di pesisir memasuki musim kemarau lebih awal atau pada April 2022. Tapi untuk kampung ini, karakteristiknya lebih ke daratan tinggi pada akhir bulan April atau perbedaan 2 minggu, atau pada akhir april 2022. Jadi karena kita memasuki bulan kemarau pada April, otomatis potensi musim hujan masih ada. Walaupun tidak setiap hari terjadi hujan, namun potensi terjadi hujan masih ada pada akhir April," katanya.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Wae Munting Manggarai Barat Makin Parah, Kerusakan Rumah Meluas

Sti menjelaskan, musim kemarau di daerah itu akan terjadi pada Mei 2022. Namun, dalam bulan ini masih ada potensi hujan sedang lebat, walaupun tidak terjadin setiap hari. Otomatis, jika dikaitkan dengan bencana pergerakan tanah ini, kita perlu antisipasi dalam beberapa minggu ke  depan hingga akhir april ini sampai akhir bulan April.

Terkait permintaan agar pakar geologi melakukan kajian terkait fenomena pergerakan tanah, Sti menjelaskan, Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng telah meminta kepada Kepala Stasiun Geofisika Kupang. 

Pihak Stasiun Geofisika Kupang, lanjut Sti, akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tepatnya Pusat vulkanologi mitigasi bencana geologi (PVMBG). 

"Kepala stasiun berkoordinasi dengan PVMBG untuk meminta tim turun agar melakukan penelitian," katanya. 

Berita Manggarai Barat lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved