Berita Lembata
Hadiah Paskah, Penyintas Badai Seroja di Lembata Terima Kunci Rumah Baru
Pemerintah menyerahkan kunci rumah baru kepada para penyitas bencana Badai Seroja di Kabupaten Lembata, Jumat 8 April 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RUMAH-PENYINTAS-BADAI-SEROJA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES. COM, RICKO WAWO
TRIBUN FLORES. COM, LEWOLEBA-Pemerintah akhirnya menyerahkan kunci rumah baru kepada para penyintas bencana Badai Seroja di kawasan relokasi Tanah Merah, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Jumat, 8 April 2022. Penyintas bencana yang menerima kunci rumah baru ini berasal dari Desa Lamawolo, Waimatan dan Jontona.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II, Yublina Dila Bunga, mengatakan pemerintah pusat mendirikan 700 unit rumah di Kabupaten Lembata untuk para penyintas. Bangunan itu tersebar di Waesesa sebanyak 173 unit, 233 unit di Podu dan 294 unit di Tanah Merah. Semua lahan relokasi masih ada di wilayah Kecamatan Ile Ape.
"Yang sudah selesai di Waesesa dan sudah penyerahan kunci di zona 1. Hari ini serahkan kunci untuk zona 2 dan 3," katanya.
Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB, Ali Bernadus mengataka rumah baru tersebut merupakan hadiah pesta paskah bagi para penerima. Juga, merupakan bukti kalau pemerintah daerah, Pemprov NTT dan pemerintah pusat memberi perhatian besar kepada para korban bencana.
Baca juga: Lembata Jadi Lokasi Budidaya Ikan Kerapu
"Ada kekurangan nanti akan disusul. Intinya keteduhan dulu," katanya.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lembata, Kementerian PUPR, Kemenko PMK, dan PT Adhy Karya yang telah bekerja keras supaya para penyintas bisa mendapatkan rumah baru.
"Selamat menempati rumah yang baru," pesannya.
Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan, dari sekian banyak kabupaten yang tertimpa bencana, Lembata paling banyak korban dan paling banyak rumah yang dibangun.
Manajemen PT Adhi Karya menurutnya telah mengambil peran Kementerian PUPR membangun rumah di Waisesa, Podu, dan Tanah Merah dan saat ini kemajuannya di Tanah merah 96 persen, sedangkan Podu 80-an persen.