Lakalantas di Pegaf Papua Barat
Lakalantas di Papua Barat, Polisi Sebut 34 Orang Jadi Korban, Ini Rinciannya
Sehingga, jumlah keseluruhan korban yang termonitor oleh petugas hingga kini bertambah menjadi 34 orang.
TRIBUNFLORES.COM, MANOKWARI - Kapolres Manokwari, AKBP Parasian Herman Gultom mengaku, setelah dilakukan pemeriksaan hasil terakhir korban keseluruhan dari kecelakaan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, terdapat sekira 34 orang.
Kata dia, sebelumnya pihaknya mendapat data bahwa korban luka maupun tewas di dalam truk tersebut sebanyak 29 orang.
"Setelah kita lakukan pengecekan, alhasil kami mendapat beberapa korban luka ringan yang telah dilarikan lebih dulu ke RS Pratama," ujar Gultom, kepada sejumlah awak media, Rabu (13/4/2022).
Baca juga: BREAKING NEWS : Wisatawan Asal Labuan Bajo Terbawa Arus & Hilang di Wisata Air Terjun Cunca Wulang
Sehingga, jumlah keseluruhan korban yang termonitor oleh petugas hingga kini bertambah menjadi 34 orang.
"Korban tersebut yakni satu orang sopir dan dua orang disampingnya, sisanya berada di belakang bak," tuturnya.
Kata dia, korban meninggal akibat kecelakaan tersebut sebanyak 18 orang .
"Dari 18 jenazah dapat kita update bahwa terdapat dua orang perempuan dan sisanya adalah laki-laki," ucapnya.
Kata dia, dua orang perempuan tersebut satu dewasa dan satunya lagi adalah balita.
"Untuk korban luka berat sekitar 10 orang, dan luka ringan sekitar enam orang," imbuhnya.
Ia berujar, korban selamat dirawat di RSUD Manokwari, RS Pratama, RS AL dan RSUD Papua Barat.
Ia menuturkan, kerugian material hingga kini diperkirakan sebanyak Rp 250 juta.
"Dugaan sementara diperkirakan karena ban belakang sudah tidak layak lagi (Gundul)," jelasnya.
Sehingga, dari kondisi tersebut langsung mempengaruhi kondisi saat pengereman. (tribunpapuaBarat).
Baca juga: Kronologi dan Penyebab Lakalantas di Papua Barat, 18 Warga NTT Tewas
Pelanggaran
Apalagi, sejak awal mobil diketahui tengah memuat beban yang terlalu berlebihan hingga 34 orang.
Selain itu, kata Gultom, pengemudi sejak awal juga sudah tidak cakap, karena mobil yang tadinya peruntukan untuk barang, malah dinaiki oleh orang.
"Ada beberapa faktor lain termasuk kondisi saat itu beraktivitas dijalan yang tanpa lampu jalan," tutur Gultom.
Tak hanya itu, ada beberapa pelanggaran lain yang nantinya akan diungkap oleh pihaknya setelah tim mengumpulkan bukti-bukti.
Semua Korban Sudah Diidentifikasi
Sebelumnya, Kecelakaan truk maut di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022), juga merenggut nyawa seorang balita tiga tahun serta ibunya.
Truk maut itu kecelakaan di turunan Jalan Distrik Minyambouw, dini hari.
Ibu rumah tangga ini diketahui merupakan tukang masak di kamp penambangan emas ilegal.
Saat itu, ibu tersebut dan anak balitanya sedang mengikuti sang suami.
"Iya, ada korban satu balita dan satu ibu rumah tangga, sisanya pria pekerja di lokasi tambang emas di Minyambouw," kata Ketua Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo.
Adapun dalam kecelakaan tersebut, ada 29 orang penumpang yang diangkut oleh truk.
Sebanyak 18 orang di antaranya meninggal dunia.
Selain korban meninggal dunia, terdapat beberapa korban yang masih dalam kondisi kritis.
Para korban ditempatkan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, RSAL Fasharkan dan Rumah Sakit Pratama Warmare.
Berikut nama-nama 18 korban meninggal dunia kecelakaan truk di Kilometer 10 Jalan Trans, Manokwari-Pegaf:
Baca juga: Lakalantas di Papua Barat, Keluarga Korban Benarkan 2 Orang Warga Desa Derok, Kabupaten Belu
1. Nama : Andre (sopir truk) -Atambua ( NTT ) Umur : 27 tahun Alamat : Arowi
2. Nama : Servasius Lelok- Atambua (NTT) Umur : 40 tahun Alamat : Sowi 4
3. Nama : Alexander Mauk Butak B- Atambua ( NTT) Umur : 43 tahun Alamat : Sanggeng
4.Nama : Ardianus Kin- Atambua ( NTT ) Alamat : Susweni
5. Nama : Linda Umur : 20 tahun Alamat : Susweni
6. Nama : Paulus-Atambua NTT
7. Nama : Istin Nahak- Atambua NTT Umur : 3 tahun Alamat : Reremi
8. Nama : Hengki Boymau-Atambua NTT Umur : 32 tahun Alamat : Fanindi
9. Nama : Santus-Atambua NTT Alamat : Fanindi
10. Nama : Stevanus Malik-Atambua NTT Umur : 39 tahun Alamat : Fanindi
11. Nama : Edmon Aliando-Atambua NTT
12. Nama : Bernadus A. Nahak- Atambua NTT Umur : 25 tahun Alamat : Fanindi
13. Nama : Yohanes A. Tomauk-Atambua NTT Umur : 25 tahun
14. Nama : Vincensius K Nahak-Atambua NTT Umur : 41 tahun Alamat : Fanindi
15. Nama : Gregorius-Atambua NTT Umur : 43 tahun Alamat : Sowi 4
16. Nama : Lau Servas- Atambua NTT Umur : 35 tahun Alamat : Sanggeng
17. Nama: Edo Bauk-Atambua NTT
18. Nama Longginus Umur: 30 tahun.
Asal Derok
Sebelumnya, dua korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022 berasal dari Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Kedua korban bernama Servasius Lelok dan Aleksander Mauk. Hal ini dibenarkan Anselmus Talo, salah satu keluarga korban yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu 13 April 2022.
Menurut Ansel Talo, keluarga mendapat informasi dari keluarga di Papua bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang keluarga dekatnya meninggal dunia yakni Servasius Lelok dan Aleksander Mauk. Kedua korban sudah hampir tujuh tahun bekerja di Papua.
Kedua korban berasal dari Haliwan Tulatudik, Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat.
"Itu nenek punya saudara kandung dua orang, Servasius Lelok sama Aleksander Mauk", kata Ansel Talo.
Lanjut Ansel, saat ini pihak keluarga terus melakukan komunikasi intens dengan keluarga di Papua terkait rencana pemulangan jenazah korban.
Keluarga mengharapkan jenazah kedua korban bisa dibawa pulang ke kampung halamannya.
"Ini sementara mereka berupaya untuk bawah ke rumah. Keluarga di Kupang lagi tunggu. Kami selalu siap untuk menjemput janazah korban kalau tiba di Kupang", ungkapnya.
Ansel Talo meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Belu kiranya bisa menyediakan mobil ambulans untuk menjemput jenazah kedua korban bila sudah tiba di Kupang.
Baca juga: Ketua Kerukunan Flobamora Papua Barat Sebut 29 Penumpang dalam Truk, Ada Anak Usia 3 Tahun
Sebelumnya dibiberitakan, sebanyak 18 warga asal NTT meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022 sekitar pukul 03.00 WIT.
Truk yang ditumpangi warga menabrak gunung Kilometer 10 Pegunungan Arfak, ketika hendak ke pusat kota. Total ada 79 orang yang menumpangi truk itu.
Ketua Kerukunan Flobamora Clinton Tallo, dihubungi dari Kupang, membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut, korban meninggal dunia ada 18 orang, semua berasal dari NTT.
Dia menyebut, semua warga merupakan pekerja tambang pada perusahaan milik Toko Tengah Manokwari.
Kronologi dan Penyebab Lakalantas di Papua Barat
Sebelumnya, Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengungkapkan penyebab truk pengangkut pekerja tambang mengalami kecelakaan maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022 sekitar pukul 03.00 WIT.
Truk naas berwarna kuning itu mengangkut puluhan orang dan material, melaju dari arah Kabupaten Pegaf.
"Truk tersebut melakukan pengereman di turunan kilo meter 10 dari arah Anggi Pegunungan Arfak, namun lepas kendali," ujar Gultom ketika dikonfirmasi TribunPapuaBarat.com, Rabu pagi.
Sopir hilang kendali dan truk tidak bisa berhenti, sehingga langsung menghantam tebing dan terseret sepanjang enam meter.
"Orang-orang yang ada dalam truk tersebut saat itu juga langsung terlempar keluar," tuturnya.
"Mobil ini kelebihan beban dan melakukan pengereman namun akhirnya dia menabrak tebing," ungkapnya.
Ia menyebut ada 16 jenazah kini dalam upaya untuk diidentifikasi oleh petugas.
Sementara, sebagian korban selamat sekitar enam orang sedang ditangani di Rumah Sakit (RS) Pratama Warmare, dan dalam kondisi kritis. "Sopir truk saat kejadian langsung meninggal dunia di tempat," ucap Gultom.
Informasi terakhir yang diterima Gulton, para korban, baik yang hidup dan meninggal, semuanya ada 29 orang.
Ia berujar, truk tersebut melakukan perjalanan dari Kabupaten Pegunungan Arfak menuju ke Manokwari.
Polres Manokwari, Polda Papua Barat membuka posko identifikasi korban tewas lakalantas. Posko dibuka di depan Ruang Jenazah RSUD Manokwari. "Benar kita langsung membuka pos untuk mengambil data dari keluarga," ujar Gultom.
"Posko ini kita buka sejak hari ini hingga pengembalian seluruh jenazah ke pihak keluarga," tuturnya.
Terpisah, Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Manokwari Marthinus Pebrian mengaku, posisi mayat saat hendak dievakuasi sudah dalam kondisi berhamburan di kiri kanan jalan.
Dari keseluruhan korban, lanjut Marthinus, ada satu korban dalam posisi terjepit dengan badan truk. "Kita berhasil mengevakuasi 13 jenazah dari lokasi tersebut," sebut Marthinus.
Sementara, tiga korban lain telah dilarikan ke RS Pratama baru meninggal.
"Proses evakuasi para korban kurang lebih setengah jam," tuturnya.
"Kami berhasil evakuasi 13 jenazah ke RSUD Manokwari, dan satu diantaranya adalah anak-anak," tambahnya.
Ketua Ikantan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat Papua Barat, Clinton Tallo mengaku, korban merupakan warga NTT. "Saat ini korban meninggal telah bertambah menjadi 18 orang," sebutnya.
Ia mengaku, para korban merupakan pekerja di tambang emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak.
"Seluruh korban kecelakaan maut yang terjadi di turunan Distrik Minyambouw, Pegunungan Arfak dini hari tadi adalah warga Flobamora," ungkapnya.
"Para korban ini semua masyarakat saya, mereka menambang emas dan mau pulang ke kota dengan truk."
Setelah teridentifikasi, lanjut Clinton, pihaknya bersama perusahaan akan membantu pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing.
"Tadi kami sudah bertemu keluarga dan perusahaan tempat mereka bekerja, mereka bersedia bertanggungjawab memulangkan jenazah ke kampung halaman," ujar Clinton.
Sebut 29 Penumpang
Sebelumnya, Ketua Kerukunan Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo menyebut, total ada 29 orang penumpang dalam truk saat kecelakaan maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dini hari.
Sebanyak 18 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dalam kecelakaan tersebut. Peristiwa nahas terjadi pukul 03.00 WIT.
Truk mengalami rem blong, lalu menabrak gunung di Kilometer 10 Pegunungan Arfak, ketika hendak ke pusat kota.
"Semua penumpang yang meninggal dunia ada 18 orang dan semua berasal dari NTT. Selain, itu, sisa penumpang masih dalam keadaan kritis," ujar Tallo, melansir Kompas.com.
Adapun daerah asal 18 warga NTT itu, di antaranya, 16 orang berasal dari Kabupaten Belu dan Malaka, satu orang dari Amarasi Kabupaten Kupang, dan satu orang dari Kabupaten Sikka.
"Semua warga merupakan pekerja tambang pada perusahaan di Manokwari," jelasnya.