Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini, Ketaatan dan Cinta Selalu Membuahkan Keselamatan

Kisah kejatuhan manusia berawal dari taman Firdaus, dan kini kisah keselamatan manusia berawal dari Taman Getsemani. Pada awal mula, manusia hidup.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. 

Oleh: Fredy Jehadin, SVD

TRIBUNFLORES.COM - Simak renungan Katolik hari ini, Jumat 15 April 2022.

JUMAT AGUNG Pantang Dan Puasa 

Bacaan Pertama Yesaya 52: 13 - 53: 12 Bacaan Kedua Ibrani 4: 14 - 16; 5: 7 - 9. INJIL Yohanes 18: 1 - 19: 42

SIRAMAN ROHANI
 
Tema: Ketaatan Dan Cinta Selalu Membuahkan Keselamatan! 

   Yohanes18:1 – 19:42
 
Saudara-saudari

Kisah kejatuhan manusia berawal dari taman Firdaus, dan kini kisah keselamatan manusia berawal dari Taman Getsemani. Pada awal mula, manusia hidup bahagia di taman Firdaus.

Manusia hidup harmonis dan damai dengan lingkungan sekitar. Tetapi kemudian, manusia digodai Setan dan jatuh dalam genggamannya. Sejak kejatuhannya, manusia masuk dalam satu situasi hidup yang sama sekali lain.  Ia selalu dikuasai oleh rasa takut dan malu.

Ia merasa jauh dari Tuhan dan malah takut bertemu Tuhan. Tetapi cinta Tuhan kepada manusia tidak pernah hilang. Ia menjanjikan bahwa Tuhan akan mengirim PuteraNya untuk menyelamatkan manusia dari genggaman Setan.
 
Hari ini, Yesus Kristus masuk ke satu taman, namanya Getsemani. Di dalam taman ini Ia bergulat dengan Setan. Yesus merasa takut. Di dalam taman ini Ia pun digoda oleh Setan. Dalam Injil Matius kita mendengar bagaimana Yesus meminta BapaNya kalau boleh membiarkan piala itu berlalu.

Katanya: “Ya Bapa-ku, jikalau piala ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu!”  Lewat pernyataan ini Yesus digoda oleh Setan dengan satu bahasa yang sangat halus, tawar menawar dengan Tuhan. Lewat pernyataan ini kita bisa merasakan ketakutan Yesus menghadapi penderitaan yang sudah dibayangkannya. Tetapi Yesus sadar akan tugasNya.

Ia harus taat kepada kehendak BapaNya. Sesudah berdoa, Yesus mengalaman kekuatan. Berkat kekuatan itu Ia sanggup menghadapi para prajurit yang dituntun oleh Yudas Iskariot yang sudah dikuasai oleh Setan untuk menangkapNya.

Di dalam taman Getsemani, Adam Baru yaitu Yesus Kristus bergulat dengan Setan, tetapi Ia tidak jatuh mengikuti tawaran Setan. Ia taat pada Perintah BapaNya untuk menerima kematian, karena hanya lewat penderitaan dan kematian, kehidupan Baru bisa diraih kembali.


Di dalam taman Getsemani Yesus alami pengkianatan Yudas; alami kebrutalan Petrus memotong telinga Malkus; alami kebengisan manusia yang menyengsarakan Dia. Tetapi karena ketaatan kepada Bapa dan cintaNya kepada manusia, Yesus menerima semuanya dengan tenang.
 
Penginjil Yohanes menampilkan ke-allahan Yesus dalam taman Getsemani lewat peristiwa yang mengejutkan. Yesus bertanya kepada mereka yang datang kepadaNya: “Siapakah yang kamu cari? Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.”

kataNya kepada mereka: “Akulah Dia.” Maka Yudas dan semua yang datang bersamanya mundur dan jatuh ke tanah. Kemudian Ia bertanya lagi: “Siapakah yang kamu cari? Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” kataNya kepada mereka: “Telah kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Lewat adegan singkat ini, Yohanes mau tunjukkan kepada pembaca betapa hebatnya kata-kata Tuhan. Kata-kata yang keluar dari mulut Tuhan selalu punya kuasa. Yohanes juga tunjukkan kebaikan dan cinta Tuhan lewat membebaskan para muridnya agar tidak diapa-apakan oleh para prajurit yang datang menangkap Yesus. Mereka semua selamat. Yesus juga menyembuhkan telinga Malkus yang dipotong oleh Petrus dan Malkus, hamba Imam Besar tidak apa-apakan Petrus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved