Berita Manggarai Barat
Pemkab Mabar Dorong UMKM Kembangkan Produk Turunan Kriya
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan produk turunan kriya yang makin tinggi permintaanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KADIS-KOPERASI-MABAR.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana
TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO - Kebutuhan produk turunan turunan kerajinan tangan (kriya) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) meningkat. Menyaksikan tingginya kebutuhan dalam sektor pariwisata itu, Pemerintah Kabupaten Mabar mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan produk turunan kriya di daerah itu.
"Kebutuhan pasar saat ini produk turunan kriya seperti aksesori tali masker, tas, anting, dan lainnya. Kebanyakan UMKM itu masih kirim bahan mentah ke Jawa," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Manggarai Barat Theresia Asmon.
Mantan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat itu menjelaskan, dari hasil survei yang dilakukan, para UMKM masih mengirim bahan mentah seperti kain tenun ke Jawa, lalu menerima kembali dalam bentuk aksesori.
Padahal, menurut dia, seharusnya UMKM lokal bisa melakukan pengolahan produk turunan tenun itu sendiri. Meskipun ada beberapa UMKM yang sudah mencoba hal tersebut, Theresia menilai kualitas produk belum terlalu bagus.
Baca juga: Tiga Pasien Covid19 di Manggarai Barat Sembuh
Sehingga, pihaknya melakukan advokasi ke Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk mendukung pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak sebatas bagi penenun untuk peningkatan kualitas produk dan warna kain, tapi juga kualitas dari produk turunan berupa aksesori.
"Kami juga membuka jaringan ke penjahit lokal yang biasanya hanya menerima jahitan fesyen pakaian untuk mulai merambah produk turunan kriya. Dengan adanya pelatihan serta pendampingan itu, kita berharap UMKM di Manggarai Barat bisa memproduksi turunan kriya dengan harga yang murah dan terjangkau," katanya.
Lebih lanjut, selain mendorong pengembangan produk dari UMKM, pihaknya juga tengah melakukan identifikasi pengklasifikasian UMKM agar pola intervensi yang diberikan bisa tepat sasaran.
Theresia mengungkapkan, pemasaran tidak lagi menjadi permasalahan UMKM karena adanya digitalisasi. Namun demikian, pihaknya tetap membantu proses pemasaran secara daring melalui Sentra UMKM yang tengah disiapkan dalam waktu dekat. Sentra UMKM itu akan menjadi tempat bagi UMKM memamerkan produknya sekaligus menjual dengan harga UMKM tersebut.
Baca juga: 11 KK Terdampak Pergerakan Tanah di Manggarai Barat Terima Bantuan
Theresia menjelaskan, berdasarkan data data yang dimiliki per Desember 2021, jumlah UMKM yang tersebar di Manggarai Barat sebanyak 7.662 UMKM dengan 60 persen UMKM bergerak di sektor pertanian, 23 persen pada sektor perdagangan, dan 14 persen pada sektor industri olahan (kriya kuliner).