Minggu, 12 April 2026

Berita Lembata

Perpustakaan Daerah Lembata Buka Kelas Cinema Literasi

Inovasi yang bagus dilakukan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata menyelenggarakan kelas Cinema Literasi Lembata (Ciliata).

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Perpustakaan Daerah Lembata Buka Kelas Cinema Literasi
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Kelas Ciliata dimulai Jumat, 29 April 2022 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata.  

  Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata membuka kelas Cinema Literasi Lembata (Ciliata) bagian dari program transformasi perpustakaan inklusi sosial.

Setelah membuka pendaftaran gratis secara online, kelas Ciliata akhirnya dimulai Jumat, 29 April 2022 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Jalan Trans Lembata, Kota Lewoleba. 

Jurnalis TVRI Lembata, Andri Atagoran sebagai relawan memberikan materi jurnalistik pertama dalam kelas Ciliata. 

Yoris Wutun, salah satu mentor, menjelaskan Ciliata berbentuk komunitas film dan literasi yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Lembata yang berkolaborasi dengan para relawan (volunteer). 

Komunitas ini didirikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan menumbuhkan ketertarikan peserta dalam bidang literasi digital, film dan media baru serta menjadi pelaku dalam pembuatan film.

Baca juga: Forum Jurnalis Lembata Desak Polda NTT Tangkap Penganiaya Jurnalis

Yoris menyebutkan, Ciliata menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya mengadakan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan jurnalistik, film dan media baru, melibatkan anggota dalam proses pembuatan film dan karya jurnalistik, dan menyelenggarakan pemutaran film, serta aktivitas literasi lainnya. 

Pustakawan Lembata, Ignasio Mariano Riangtobi menguraikan perpustakaan inklusi sosial adalah program perpustakaan yang terbuka untuk siapa saja termasuk kelompok rentan. Fungsi perpustakaan tidak hanya dilihat secara konvensional sebagai tempat meminjam buku tapi lebih dari itu, perpustakaan merupakan penyedia tempat dan ruang untuk generasi muda berkreasi. 

"Perpustakaan punya tugas untuk memfasilitasi," ujarnya. 

Program ini, menurut dia, sudah dipresentasikan di Jakarta, Surabaya dan Kupang serta mendapat apresiasi dari Perpustakaan Nasional.

Baca juga: Bupati Lembata Harap ASN Kerja Jujur dan Hindari Korupsi

"Inklusi artinya melibatkan semua orang termasuk kelompok rentan. Harapannya kegiatan berjalan baik dan terus berkembang dan ada dampak," kata Ignasio yang menambahkan kalau program Ciliata juga sejalan dengan moto perpustakaan nasional yakni 'Literasi Untuk Kesejahteraan' dan tentu bisa berdampak pada indeks tingkat literasi di Lembata. 

Untuk diketahui, gedung baru Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata dibangun dengan dana Rp 10 miliar dari Perpustakaan Nasional menjadikan gedung perpustakaan tersebut salah satu yang termegah di NTT lengkap dengan semua fasilitas baca. 

Di dalamnya, tersimpan rapi sekitar 40 ribu judul buku dan 200 ribu eksemplar buku. Ini merupakan jumlah buku terbanyak di antara perpustakaan daerah yang ada di NTT. 

"Sangat disayangkan kalau semua fasilitas ini tidak dimanfaatkan efektif," pungkas Ignasio. 

Berita Lembata lainnya

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved