Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

2 Pasien Hepatitis Akut Misterius Meninggal Dunia, Jadi 7 Orang

Menurutnya, kedua pasien baru yang meninggal dunia masing-masing berumur 7 dan 10 tahun.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 2 Pasien Hepatitis Akut Misterius Meninggal Dunia, Jadi 7 Orang
via Metro UK
ILUSTRASI - hepatitis pada anak. Berikut update terkait hepatitis akut yang sudah diderita hampir 300 anak di seluruh dunia. 

TRIBUNFLORES.COM - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi adanya tambahan dua orang pasien hepatitis akut misterius yang meninggal dunia.

Kedua pasien tersebut berasal dari DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

"Sudah 7 orang, 4 di DKI Jakarta, 1 Sumatera Barat, 1 Jawa Timur, dan 1 Kalimantan Timur," kata Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: 2 Warga Tewas Usai Ditembak OTK, Kini Polisi Buru Terduga Pelaku

 

 

Menurutnya, kedua pasien baru yang meninggal dunia masing-masing berumur 7 dan 10 tahun.

Nadia menjelaskan, gejala yang dialami pasien-pasien tersebut rata-rata sama, yaitu penyakit kuning, urin berwarna coklat teh, dan tinja berwarna dempul.

Namun, kondisi pasien tersebut ketika dibawa ke rumah sakit rata-rata sudah terlambat dan kritis.

Terkait adanya temuan 21 kasus baru di DKI Jakarta, pihaknya masih belum bisa memastikannya.

Hingga saat ini, Nadia menyebut sudah ada 18 kasus hepatitis akut misterius yang dilaporkan.

"9 pending klasifisikasi, 7 tidak memenuhi kriteria hepatitis akut, dan 2 masih dalam proses pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Baca juga: Imigrasi Maumere Sosialisasi Layanan Aplikasi M-Paspor di Lembata

Faktor risiko

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Muzal Kadim SpA(K) mengatakan, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko infeksi hepatitis akut pada anak.

Menurutnya, anak-anak dengan immunocompromised atau sistem imun lemah memiliki risiko infeksi lebih tinggi.

"Misalnya pada kondisi gizi buruk, anak yang sedang mendapat obat-obatan tertentu yang menekan sistem imun, pada kondisi anak misalnya dengan HIV atau kondisi tertentu yang menyebabkan sistem imun berkurang," kata Muzal dalam Media Interview yang diselenggalarakan IDAI pada Sabtu (7/5/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved