Kamis, 9 April 2026

Berita Sikka

Panitia Diduga Tidak Transparan, Pemilihan BPD di Desa Egon Gahar Ricuh

Warga sempat melakukan protes namun panitia tidak bisa menjelaskan dua surat suara yang lebih tersebut.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Panitia Diduga Tidak Transparan, Pemilihan BPD di Desa Egon Gahar Ricuh
TRIBUNFLORES.COM / HO-WARGA
PEMILIHAN BPD - Suasana perhitungan suara pemilihan Anggota BPD di kantor Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara,Kabupaten Sikka Senin 23 Mei 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Pemilahan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Dusun Lere, Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, NTT berakhir ricuh.

Kericuhan itu diduga panitia pemilihan anggota BPD tidak transparan.

Dari Video yang diterima media ini, memperlihatkan aksi protes warga pada saat perhitungan suara pemilihan anggota BPD di Dusun Lere, Senin 23 Mei 2022 pagi.

Baca juga: Predatornya Orang Sekitar, Kasus Asusila Tertinggi di Nagekeo

 

Informasi yang dihimpun TribunFlores.Com dari sumber terpercaya mengatakan sebelum diselenggarakan pemilihan, panitia tidak mengadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur pemilihan anggota BPD di dusun tersebut.

Selain itu, ditemukan dua surat suara pemilih lebih dari total pemilih yang sudah ditetapkan.

Warga Dusun Lere sedang melakukan Aksi protes
PROTES - Warga Dusun Lere sedang melakukan Aksi protes pada saat perhitungan surat suara di kantor desa Egon gahar, Kecamatan Mapitara Senin 23 Mei 2022 pagi

Penemuan dua surat suara lebih ini diketahui pada saat perhitungan.

Warga sempat melakukan protes namun panitia tidak bisa menjelaskan dua surat suara yang lebih tersebut.

Akibatnya, pemilihan BPD ini pun berakhir tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Jenazah Yatim Piatu Ini Ditolak untuk Dimandikan Karena Kurang Uang Rp 200 Ribu

Sementara itu, Camat Mapitara, Eric Hermianus yang dihubungi media ini membenarkan kejadian tersebut.

"Iya, ada sedikit ricuh juga setelah perhitungan itu,"katanya

Ditanya terkait dugaan kecurangan panitia,ia menambahkan memang surat suara pemilih lebih dari surat suara pemilih yang ditetapkan, sehingga masyarakat protes.

"Warga protes karena menduga panitia curang, karena Surat suaranya ada lebih dua dan ada kursi terakhir yang nomor tiga itu suara draw,"katanya.

PROTES - Warga Dusun Lere sedang melakukan Aksi protes pada saat perhitungan surat suara di kantor desa Egon gahar, Kecamatan Mapitara Senin 23 Mei 2022 pagi
PROTES - Warga Dusun Lere sedang melakukan Aksi protes pada saat perhitungan surat suara di kantor desa Egon gahar, Kecamatan Mapitara Senin 23 Mei 2022 pagi (TRIBUNNEWS.COM / HO-WARGA)

Menurutnya, kelebihan dua surat suara ini kemungkinan pada saat pencoblosan ada surat suara yang lengket atau terjepit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved