Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Belajarlah dari Bunda Maria dan St. Elisabet
Kita pun selalu saling menghargai dan menerima kelebihan sesama dan selalu siap mendengarkan bisikan Roh Kudus dan siap melaksanakan perintahNya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pater-Fredy-JehadinSVD.jpg)
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
Tema: Belajarlah Dari Bunda Maria Dan St. Elisabet!
Lukas 1:39-56
Saudara-saudari
Hari ini kita merayakan Pesta Maria mengunjungi Elisabet. Beberapa poin penting yang kita pelajari dari kedua ibu yang hebat ini:
1) Maria ingin membagi suka-citanya dengan Elisabet, yang juga sudah mengalami pengalaman iman. Hanya orang yang sudah mengalami pengalaman iman bisa memahami apa artinya pengalaman iman. Pesannya untuk kita: bagilah pengalaman iman kepada teman-teman kita, dan terbukalah mendengarkan sesama. Iman kita akan diteguhkan berkat keterbukaan dan mendengarkan pengalaman iman sesama kita.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Roh Kudus Memerdekakan Jiwa Kita
2) Maria dan Elisabet selalu sensitip akan bisikan Roh Kudus. Didorong oleh Roh Kudus Bunda Maria bergegas mengunjungi Elisabet. Sesudah dipenuhi oleh Roh Kudus, Elisabet pun langsung berseru: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang ada dalam rahimku melonjak kegirangan.” Lewat mulut Elisabet yang sudah dipenuhi Roh Kudus, dia mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan. Kalau Malaikat Gabriel sudah menyampaikan pesan Tuhan kepada Maria bahwa dia akan menjadi Bunda Tuhan, maka mewakili manusia, Elisabet mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan.
Pesan untuk kita agar selalu terbuka kepada bisikan Roh Kudus.
3) Bunda Maria begitu expresip. Begitu mendengar pengakuan iman Elisabet, maka Maria langsung mengangkat pujian. Katanya: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya.” Lukas 1: 46. Sungguh satu sikap mulia, memuji Allah dan tetap merasa sebagai seorang hamba di hadapan Allah. Satu ajaran bagi kita untuk selalu rendah hati dan memuji Tuhan atas segala kebaikan dan cintanya kepada kita. Jangan pernah sombongkan diri di hadapan Tuhan, karena sesungguhnya akar kesuksesan dan keberhasilan kita adalah Tuhan.
4) Ada yang mengatakan bahwa kunjungan Maria kepada Elisabet merupakan satu tanda solidaritas dan perhatian Maria menanggapi situasi Elisabet. Ia mau membantu Elisabet sampai Elisabet melahirkan anaknya. Injil katakan bahwa Maria tinggal bersama Elisabet selama tiga bulan. Satu ajaran bagi kita untuk selalu siap melayani siapa saja yang sangat membutuhkan bantuan kita.
5) Satu hal yang sangat menarik dalam perjumpaan Maria dan Elisabet adalah Elisabet, yang sudah lanjut usia, tetapi dia saangat menghormati Maria, gadis yang masih sangat muda, dan mengakui kelebihan Maria. Elisabet tidak sombongkan dirinya, walaupun ia juga sudah mengalami pengalaman iman, tetapi ia tetap sadar bahwa ia adalah tetap seorang wanita biasa, sementara Maria adalah wanita yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi Bunda Tuhan, untuk melahirkan sang Penebus. Satu ajaran untuk kita untuk selalu tempatkan diri kita sesuai dengan status dan posisi kita.
Marilah saudara-saudari
Ikutilah contoh hidup Bunda Maria dan St. Elisabet. Mereka sudah tunjukkan kepada kita untuk saling membagi sukacita, mendengarkan bisikan Roh Kudus, siap membagi pengalaman iman agar bisa menginspirasi sesama, solider dengan sesama terlebih dengan yang sangat membutuhkan bantuan kita, dan tempatkan diri sesuai dengan status dan profesi kita.
Bersama Bunda Maria kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita pun selalu saling menghargai dan menerima kelebihan sesama dan selalu siap mendengarkan bisikan Roh Kudus dan siap melaksanakan perintahNya. Amen!