Rabu, 22 April 2026

Berita Lembata

Ile Lewotolok Lembata Siaga Tiga, Banjir Lahar Dingin Ancam Warga

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Lembata melaporkan dua kali erupsi terjadi Jumat,10 Juni 2022 potensial mengancam warga.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Ile Lewotolok Lembata Siaga Tiga, Banjir Lahar Dingin Ancam Warga
HO.PPGA ILE LEWOTOLOK
Erupsi Gunung Ile Lewotolok masih terus terjadi, Jumat, 10 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Erupsi Gunung Ile Lewotolok masih terus terjadi. Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok melaporkan dua kali erupsi terjadi Jumat, 10 Juni 2022.

Teramati letusan dengan tinggi kolom abu 300-400 meter di atas permukaan gunung dengan warna asap putih ada kelabu. 

Petugas PPGA Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menerangkan telah terjadi peningkatan tekanan dan suplai magma sehingga terjadi erupsi efusif disertai lelehan lava. Akibatnya, daya tampung kawah sudah dipenuhi endapan abu vulkanik dan bekuan magma. Lelehan guguran lava sudah mencapai 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke timur.

Pihaknya pun telah mengeluarkan rekomendasi baru kepada masyarakat dengan potensi ancaman bahaya terkini dari gunung api dengan level III (Siaga) ini.

Baca juga: Lima Desa Terdampak Guguran Lava Pijar Ile Lewotolok

Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung atau pendaki atau wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Ile Lewotolok, radius 3.5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timur laut. 

"Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak gunung," tambah Stanislaus. 

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain, maka, tandasnya, masyarakat yang berada di sekitar Ile Lewotolok perlu menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

"Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan," paparnya.

Baca juga: Lembata Belum Manfaatkan 23.014 Kuota Jaminan Kesehatan Nasional

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Siprianus Meru mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di seputaran Ile Lewotolok supaya waspada selalu terhadap ancaman dari erupsi dan meluapnya lava panas dari kawah Ile Lewotolok. 

Dia memastikan koordinasi sampai ke pemerintah level bawah untuk melakukan sosialisasi di desa juga telah dilakukan. 

Berita Lembata lainnya
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved