Berita Lembata
100 Tahun Misi SVD di Lembata, Membangkitkan Kesadaran Umat Mengubah Kebijakan Publik
Koordinator JPIC Provinsial SVD Ende,Pater Eman Embu,SVD mengatakan perjuangan keadilan sosial adalah sesuatu yang agak jauh dari penghayatan iman.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Koordinator Komisi Justice, Peace and the Integrity of Creation (JPIC), Provinsi SVD Ende, Pater Eman Embu, SVD mengatakan momentum 100 tahun karya misi SVD di Lembata diharapkan mampu membangkitkan kesadaran umat akan pentingnya kerja mengubah kebijakan publik untuk menciptakan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.
Penegasan itu disampaikan Pater Eman Embu dalam seminar 100 tahun Misi SVD di Pulau Lembata digelar di Gereja Paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo, Minggu, 12 Juni 2022..
"Bahwa ritual itu dengan tenang, terharu menyadari kehadiran Allah, tetapi bahwa kerja untuk mengubah kebijakan publik itu penting," ungkap Pater Eman Embu
Rangkaian peringatan 100 tahun misi SVD di Lembata ditandai seminar mengusung tema Mengembangkan Pastoral Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan.
Baca juga: Trio Penyanyi Berhijab Lembata Tampil di Konser Amal Gereja
Kepada media di sela-sela seminar, Pater Eman mengatakan ada paradigma keliru ditengah umat bahwa, perjuangan keadilan sosial adalah sesuatu yang agak jauh dari penghayatan iman.
"Selama ini kita punya keprihatinan, semacam ada pemahaman bahwa kerja- kerja advokasi untuk perjuangan keadilan sosial adalah sesuatu yang agak jauh dari penghayatan iman. Orang pikir urusan iman itu urusan ritual," ujar Pater Eman Embu, SVD.
Karena itu dipilihlah tema seminar "Mengembangkan Pastoral Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan"
"Kita mau katakan kepada umat bahwa perjuangan keadilan dan perdamaian adalah bagian hakiki dari pewartaan injil dan penghayatan iman. Jadi bukan kami (JPIC) yang omong. Sinode para uskup tahun 71 omong persis," katanya.
Baca juga: Ketua STFK Ledalero;Gereja Katolik Harus Menolak Hukuman Mati
Ini proses penyadaran iman. Ritual itu dengan tenang, terharu menyadari kehadiran Allah, tetapi bahwa kerja untuk mengubah kebijakan publik itu penting.
"Kita mau supaya ada integrasi antara hidup ibadah dengan hidup sosial, jadi saling menguatkan. Jadi ibadah itu mesti menjiwai orang untuk terlibat. Juga keterlibatan itu membuat ibadah orang, ritual orang menjadi lebih kaya. Tidak sekedar baca buku doa. Karena sering kita lihat orang begitu saleh sekali di gereja tetapi hidup sosialnya buruk sekali," tandasnya.
Seminar yang diinisiasi JPIC Provinsi Ende bekerjasama dengan panitia lokal 100 tahun SVD itu menghadirkan narasumber, Pater Otto Gusti Madung, SVD, Ketua STFK Ledalero, dan dimoderatori oleh Albertus Muda Atun.
Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan peserta yang berasal dari sejumlah paroki se Dekenat Lembata.