Berita Lembata
Lembata Pakai Skema 'Sister Village' Hadapi Erupsi Ile Lewotolok
Kabupaten Lembata segera memiliki dokumen terbaru Rencana Kontijensi (Renkon) atau rencana Kedaruratan Bencana Erupsi Ile Lewotolok.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kabupaten Lembata segera memiliki dokumen terbaru Rencana Kontijensi (Renkon) atau rencana Kedaruratan Bencana Erupsi Ile Lewotolok. Ini merupakan pembaruan dari Renkon Erupsi Ile Lewotolok yang sebelumnya sudah dibuat pada tahun 2022.
Dalam rapat penyusunan Renkon, BPBD Lembata menawarkan konsep 'sister village' sebagai skema siaga darurat erupsi Ile Lewotolok.
"Kita di Lembata ini akan terapkan skema sister village atau desa saudari. Jadi nanti penanganan penduduk yang terdampak bencana erupsi itu dengan mengevakuasi mereka ke desa-desa sekitar yang berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Erupsi Ile Lewotolok. Tetap ada posko utama dan pos khusus. Sedangkan pos lapangan ada di setiap desa yang menjadi sister village, ” tandas Yohanes Gregorius Solang Demo, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Lembata.
Sejumlah desa atau wilayah yang menjadi sister village berada dalam koordinasi pos lapangan antara lain Pos Lapangan Nubatukan membawahi sejumlah sister village mulai dari Kelurahan Lewoleba Timur hingga Desa Waijarang.
Baca juga: Nelayan Flores Timur Bom Ikan di Nuhanera Lembata
Pos lapangan kedua adalah Kecamatan Lebatukan yang membawahi sister village mulai dari Desa Lamatuka hingga Desa Waienga.
Pos lapangan berikutnya adalah Pos Lapangan Pasaraya. Pos ini berada di sekitar Simpang Tiga Hadakewa Ile Ape yang membawahi wilayah Tanah Merah dan Tanah Putih. Tanah Merah adalah wilayah pemukiman baru masyarakat Desa Waimatan sedangkan Tanah Putih adalah wilayah pemukiman baru masyarkat Desa Lamagute.
Para penyusun draft Renkon juga menawarkan satu pos lagi di sekitar Simpang Tanjung Ile Ape yang membawahi dua sister village yakni Pemukiman Podu dan Waesesa.
Sister village adalah konsep penanganan darurat masyarakat terdampak bencana, dimana masyarakat dari sebuah desa atau komunitas terdampak bencana akan dievakuasi dan tinggal bersama masyarkat dan keluarga-keluarga di sebuah desa lain.
Baca juga: Tumpukan Lava Ile Lewotolok Lembata 250 Meter Kubik dan Meluber ke Lereng
Meski warga terdampak akan diarahkan untuk tinggal tersebar, rencana kedaruratan tetap terkoneksi dengan Posko utama.
Penyusunan renkon ini diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Senin, 13 Juni 2022 di Hotel Palm Indah Lewoleba didukung anggaran dari Yayasan Plan International Indonesia Program Implementasi Area Lembata.