Berita Lembata

Kapolres Lembata Ajak Masyarakat Laporkan Kasus Pemboman Ikan

Kepala Kepolisian Resort Lembata,AKBP Dwi Handono Prasanto menegaskan akan menindak tegas setiap nelayan menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Tiga orang pelaku ilegal fishing asal Desa Sagu, Adonara, Kabupaten Flores Timur dihadirkan dalam gelar konferensi pers di Polres Lembata, Rabu, 29 Juni 2022 diangkap Satuan Polair Polres Lembata di Teluk Nuhanera, pada 31 Mei 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kapolres Lembata, AKBP Dwi Handono Prasanto menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tindak tegas para nelayan yang melakukan ilegal fishing di wilayah perairan Lembata. Salah satunya adalah penangkapan ikan dengan bahan peledak atau bom. 

"Tidak ada ampun untuk ilegal fishing," tegasnya di hadapan awak media saat gelar konferensi pers penangkapan tiga orang pelaku bom ikan di Polres Lembata, Rabu, 29 Juni 2022.

Ketiga pelaku tersebut merupakan warga desa Sagu, Adonara, Flores Timur dan ditangkap Satpolair Polres Lembata di Teluk Nuhanera, Kecamatan Lebatukan. 

Dari informasi yang dihimpun dari masyarakat, kata Kapolres Prasanto, para pelaku pengebom ikan biasanya warga dari luar Kabupaten Lembata yang beraktivitas di perairan Lembata. Salah satu wilayah yang rawan bom ikan ialah wilayah selatan pulau Lembata.

Baca juga: Konsolidasi DPD PAN Lembata Target Empat Kursi Legislatif Pemilu 2024

Bom ikan, lanjutnya, mengancam ekosistem laut karena banyak terumbu karang hancur. Oleh sebab itu, dia sudah melakukan koordinasi supaya anggota Satpolair Polres Lembata rutin melakukan patroli laut. 

Kapolres Prasanto juga berharap dukungan dan partisipasi masyarakat Lembata membantu polisi menindak para pelaku karena pelbagai keterbatasan yang dimiliki pihak kepolisian. 

"Saya minta masyarakat bisa berpartisipasi, memberikan informasi. Karena problemnya adalah jarak antara mereka melakukan bom dan markas Polair itu sangat jauh, dan butuh waktu berjam-jam," ujarnya. 

Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu Yohanes Mau Blegur, menerangkan bahwa hampir semua wilayah perairan di Lembata berpotensi jadi objek ilegal fishing atau bom ikan.

Baca juga: Konflik Internal Desa Rumang dan Bareng, ADD Nyaris Tidak Cair Jadi Pelajaran Pemda Lembata

Dia menyebutkan, ketiga pelaku bom ikan  berinisial SD, MTA dan SN, ditangkap Satuan Polair Polres Lembata di Teluk Nuhanera saat sedang menangkap ikan dengan bahan peledak, pada 31 Mei 2022 silam. 

Pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu dan dijerat pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Mereka diancam penjara paling lama 6 tahun dengan denda maksimal Rp 1,2 Miliar. 

Berita Lembata lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved