Berita Kota Kupang
Calon Tenaga Kerja Ilegal Asal Kota Kupang Diduga Terjun ke Laut
Seorang warga Kelurahan Oebobo,Kota Kupang menumpang KM Berkat Tolado diduga terjung ke laut diantara Pulau Alor dan Pulau Liran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KETERANGAN-KETUA-RT.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ray Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG-Lambert Sau, warga Kelurahan Oebobo, Kota Kupang dikabarkan melakukan aksi nekad dengan melompat dari atas kapal disekitar perairan antara Pulau Alor dan Pulau Liran.
Saat itu Lambert Sau bersama sejumlah calon tenaga kerja asal NTT lainnya dibawah perekrut menggunakan kapal KM Berkat Tolado.
Perekrut bernama Rinaldi Bai Adu, merekerut calon pekerja untuk dipekerjakan ke perusahaan kelapa sawit di Sorong, Papua. Namun kenyataannya kapal tersebut bukannya berlayar menuju Papua melainkan menuju Saumlaki.
Ketua RT/04, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Agtus Takubesi didampingi keluarga Lambert Sau kepada awak media menjelaskan, kronologi kejadian berawal dimana Lambert Sau diajak oleh perekrut Rinaldi Bai Adu guna bekerja pada perusahaan kelapa sawit di Sorong, Papua.
Baca juga: Seorang Pria Asal Kota Kupang Lompat dari Kapal di Pulau Alor, Ini Kronologinya
Sebelumnya, kata dia, perekrut melakukan komunikasi bersama kaka perempuan korban, Desi Sau. Komunikasi tersebut melalui Facebook terkait perekrutan tenaga kerja di Perusahaan kelapa sawit di Sorong, Papua.
"Usai lakukan komunikasi, Desi dan Reinaldi pun langsung memberi nomor kontak masing-masing," kata Agtus mewakili keluarga Korban.
Sambung Agtus, usai menukar nomor telepon, perekrut meminta Desi foto KTP dan kartu vaksin untuk keperluan administrasi. Seminggu usai berkomunikasi, perekrut tersebut hilang kabar dan tidak ada informasi lanjutan terkait perekrutan tenaga kerja tersebut.
"Akhirnya Lambert memaksa kakaknya ini untuk kasih nomornya perekrut untuk lebih detail tanya informasi lowongan pekerjaan tersebut," kata Agtus.
Baca juga: Beli Kendaraan Tanpa DP, Datanglah ke KKB On The Street Bank NTT di Kota Kupang
Pada tanggal 22 Juni 2022, usai melakukan komunikasi, Rinaldi datangi rumah Lambert untuk bertemu langsung. Kesempatan itu Lambert ditemani kakaknya Desi duduk untuk mendengarkan penjelasan Rinaldi, dimana Rinaldi meminta Lambert bersiap-siap untuk berangkat pada esok harinya, karena tenaga kerja lainnya telah berada di atas kapal.
"Setelah Reinaldi datangi rumah, Lambert sempat minta izin ke mamanya, awalnya mamanya keberatan untuk Lambert berangkat, tapi karena tekadnya untuk bekerja akhirnya lambert jalan juga," katanya
Pada 23 Juni 2022 pagi, Lambert pun berangkat ke pelabuhan ditemani suami Desi, "memurut suami Desi, di pelabuhan sudah ada 18 orang yang tunggu Lambert, termasuk diantaranya tenaga kerja peremupan yang direktrut Rinaldi," ungkapnya
Agtus melanjutkan pernyataan keluarga bahwa pada 25 Juni 2022 pagi, dimana Reinaldi atau perekrut itu memberikan informasi kepada Desi bahwa adiknya Lambert Sau telah lompat dari atas kapal di perairan Alor atau antara pulau Alor dan Pulau Lirang. Desi pun sempat tidak percaya dan beetanya ke Reinaldi mengapa adiknya melakukan hal tersebut.
Baca juga: Kronologi Penemuan Bayi di Kota Kupang
"Rinaldi jelaskan ke Desi apabila pada malam sebelum kejadian, kalu Lambert tidak ingin kerja lagi. Ia tidak mau kerja lagi, menangis dan minta pulang, karena Reinaldi mengantuk dia tidur sekira pukul 3 pagi, ketika dia sadar sekira pukul 5 pagi, Lambert sudah tidak ada atau telah terjun ke laut," jelas Agtus
Rinaldi sempat memberitahukan kepada Desi bahwa dirinya pasca kejadian itu berusaha untuk mencari Lambert di seluruh area kapal, namun tidak menemukannya. Ia menduga Lambert telah lompat ke dalam laut.