Berita Manggarai

Ditugaskan di Venezuela, Pater Febrianus Samar, CS Adakan Misa Syukuran Tabhisan di Jaong Manggarai

Lebih lanjut, Pater Vitus, SVD mengingatkan agar jangan menjadikan imamat sebagai suatu kekuasaan.

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Misa di Jaong Manggarai, Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Pater Febrianus Samar, CS yang merupakan salah seorang misionaris konggregasi Scalabrinian asal Jaong, Desa Jaong, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai menggelar misa syukur tabisan Imamat, bertempat di halaman SDK Jaong, pada Jumat 15 Juli 2022.

Pantauan media ini, misa syukur tabisan tersebut dipimpin sendiri oleh Pater Febrianus Samar, CS dengan didampingi oleh belasan rekan imam dari berbagai komunitas biara dan juga imam dari keuskupan Ruteng.

Pater Vitus, SVD dalam khotbahnya dengan mengutip kata Pimpinan Gereja Katolik sejagat mengatakan bahwa, Imam atau Pastor harus berbau domba-dombanya karena kedekatannya dengan umat Tuhan.

"Jadi seperti kata Paus sendiri bahwa Imam harus berbau domba-dombanya karena ia bersatu dengan domba-dombanya. Karena kedekatannya dengan Umat Tuhan maka seorang Pastor mesti berbau umatnya. Di dalamnya, umat merasakan bahwa seorang Pastor itu dekat dengan Tuhan yang terlihat melalui cara atau kesaksian hidupnya," tukas Pater Vitus.

Baca juga: 30 Siswa SDK Mbata Terima Komuni Pertama, Romo Wili Bilang Jangan Hanya Pentingkan Pesta

 

Lebih lanjut, Pater Vitus, SVD mengingatkan agar jangan menjadikan imamat sebagai suatu kekuasaan.

"Kadang-kadang secara mayoritas Gereja ditunjang oleh orang-orang msikin dan Pastornya hidup sebagai orang yang hidup sebagai kalangan menengah ke atas. Jadi harus berbau domba-dombanya dan juga hidup berbau umatnya melaui cara hidupnya ataupun melalui kesaksian hidupnya," ujarnya.

Adapun misa syukuran tersebut diramaikan dengan penampilan dari anak-anak paut (usia dini) setempat, mulai dari tarian budaya Manggarai dan dance modern hingga vokal group.

Sementara itu, Pater Febrianus Samar, Cs dalam sambutannya usai perayaan ekaristi mengatakan bahwa, panggilannya sebagai seorang Imam Scalabrinian sudah mulai dirasakannya saat pertama kalu bergabung dengan konggregasi tersebut.

"Saat awal saya bergabung bersama keluarga besar Scalabrinian, saya merasa bahwa Tuhan mengetuk hati saya untuk menjadi seorang misionaris Scalabrinian," cetus Pater Febri, CS.

Baca juga: Jenazah Korban KKB Asal Ngada Disemayamkan di Luar Rumah

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved