Berita Lembata
Final Wanted Cup, Duel Para Gelandang Terbaik di Tanah Lembata
Partai final turnamen sepakbola Wanted Cup IV 2022 akan menjadi ajang unjuk kepiawaian para gelandang terbaik Muhammadyah FC dan Kodak FC.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Tak ada yang bisa membantah Muhammadiyah FC dan Kodak FC merupakan dua tim yang punya sederet gelandang terbaik. Dua klub yang melaju ke babak final Wanted Cup IV itu, punya statistik impresif di lini tengah.
Kodak punya empat kakak beradik kandung sekaligus; Mas Pati, Yohanes Sole Ihing, Ari dan Rusli Making. Kakak mereka Erminus Duli seperti diketahui merupakan juru taktik klub asal Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape tersebut.
Mas Pati alias master yang biasa ditempatkan pelatih sebagai playmaker untuk mengatur ritme permainan Kodak, kini mengoleksi 7 gol, dan punya peluang meraih gelar pencetak gol terbanyak.
Tak hanya Master. Kodak punya Yohanes Sole Ihing, mantan punggawa tim NTT yang berlaga di PON Papua. Sole Ihing cenderung menjadi penghubung lini bertahan dan lini depan. Kapten Kodak ini merupakan tipe gelandang idaman.
Baca juga: Penjabat Bupati Lembata:Turnamen Sepakbola Wanted Cup Tahun Depan Harus Lebih Baik
Dia punya karakter bermain kick and rush sekaligus catenaccio. Kadang mengontrol permainan bola-bola pendek. Kadang juga dia membuka ruang sempit dengan melepaskan umpan panjang. Berbekal pengalaman di level nasional, Sole Ihing merupakan tipe pemimpin dan pendorong semangat para pemain di atas lapangan.
Erminus Duli juga punya pilihan winger-winger lincah yang punya kemampuan mendobrak lini bertahan lawan dari rusuk kiri dan kanan. Mereka cenderung merepotkan bek-bek lawan dengan kecepatan lari dan dribel bola yang mumpuni. Sebut saja, di sana ada Ari Making dan Rusli Making.
Pada laga semi final melawan Atom Muruona, gol pertama Kodak FC tercipta melalui satu serangan balik cepat yang dibangun Master, Ari dan Rusli. Sejauh ini, sejumlah tim yang melawan Kodak selalu kesulitan mengembangkan permainan, khususnya di lapangan tengah.
Dengan semua kemewahan itu, tak heran pula, Kodak FC mengirim banyak punggawanya untuk membela tim Persebata Lembata yang akan berlaga di Liga 3 El Tari Memorial Cup pada September 2022 mendatang.
Baca juga: Jelang Turnamen El Tari Memorial Cup,Persebata Lembata Uji Coba di Kota Kupang
Sayangnya, hanya ada satu klub yang bisa membungkam publik Watodiri, Ile Ape.
Ya, Muhammadiyah FC merupakan satu-satunya tim yang mengalahkan Kodak 2-1 pada saat laga pembuka Wanted Cup IV di Lapangan Polres Lembata. Muhamadiyah datang dengan paket komplit pemain muda yang malang melintang di dunia sepak bola NTT. Mayoritas anak asuh Idris Ali itu merupakan jebolan SKO Flobamorata Kupang yang kini menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Kupang.
Sejak awal, Muhammadiyah sudah menegaskan kedigdayaan mereka di lapangan. Para gelandang Muhammadiyah bisa membuat frustrasi pemain lawan. Mereka bermain rapat, menutup ruang bagi tim lawan untuk berkembang. Man to man marking yang diterapkan juga bisa menguras tenaga pemain lawan hingga kehilangan kreativitas.
Di sana ada Ucok Beyeng, pemain yang bermain tenang di lini tengah dan cenderung memberi umpan terobos. Ada juga Bojes, Endong Tirtayasa dan Leonard Leburaya. Ketiganya punya kebiasaan melakukan umpan satu dua di areal pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan mematikan ke arah gawang.
Baca juga: Komisi I DPRD Lembata Wacanakan Pembubaran Kecamatan di Ile Ape
Salah satu pemain yang patut diwaspadai adalah Cesar Making, winger kidal berkarakter troublemaker dan perusak tembok pertahanan lawan. Idris Ali memberi kebebasan kepada Cesar untuk bermain bebas di area depan, disokong Kevin Bere, dan Rizal.
Cesar, dengan kecepatan lari dan kemampuan giring bola di atas rata-rata sering sekali menusuk masuk tak terduga ke areal kotak pinalti. Bek lawan yang tak jeli bisa saja menjatuhkan dia di dalam kotak pinalti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TIKET-FINAL.jpg)