Berita Manggarai Barat

Jokowi ke Labuan Diharapkan Ada Titik Terang Tarif Kunjungan ke Taman Nasional Komodo 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali mengunjungi Labuan Bajo, Pulau Flores,Kamis, 21 Juli 2022. 

Editor: Egy Moa
ISTIMEWA
Ketua ASITA NTT,Abed Frans.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Michaella Uzurasi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali mengunjungi Labuan Bajo, Pulau Flores,Kamis, 21 Juli 2022. 

Terkait kedatangan Presiden yang ke empat kali ke Labuan Bajo dan secara keseluruhan ke NTT tiga belas kali, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Provinsi NTT, Abed Frans mengatakan, kedatangan Presiden ke Labuan bajo diharapkan bisa menjadi momentum baik khusus untuk Labuan Bajo. 

Terutama untuk kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) yang dipatok  Rp3.75 juta per orang per tahun dan akan diberlakukan per 1 Agustus mendatang. 

"Karena kita mengharapkan ada titik terang mengenai pemberlakuan kenaikan tarif masuk TNK tersebut," kata Abed, Kamis, 21 Juli 2022.

Baca juga: Presiden Jokowi Dipastikan ke Labuan Bajo Resmikan Fasilitas Pariwisata di Rinca hingga Warloka

"Sebagai pelaku usaha pariwisata tentunya kita khawatir dengan imbas dari kenaikan yang cukup signifikan tersebut, yaitu kemungkinan turunnya permintaan wisata di Labuan Bajo. Kitasangat mengharapkan moment kedatangan bapak Presiden ke Labuan Bajo juga bisa sekaligus meng-clearkan keadaan tersebut. Paling tidak, kita harapkan ada statement dari beliau yang bisa menjernihkan kerumitan tersebut," lanjutnya. 

Menurut Abed, kedatangan RI 1 yang ke tiga belas kalinya ke NTT tentunya sangat istimewa apalagi kali ini rencananya bersama Presiden Timor Leste dan salah satu agendanya adalah untuk meresmikan Bandar Udara Komodo. 

"Kita tentunya yakin bahwa dengan moment tersebut bisa semakin menarik lebih banyak maskapai yang akan menerbangi Labuan Bajo. Artinya dengan semakin banyak maskapai yang menerbangi Labuan Bajo maka diharapkan tidak terjadi monopoli harga tiket, dan yang terpenting adalah semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo," jelasnya. 
 
Abed menjelaskan, semenjak kasus Covid mereda, kunjungan wisatawan luar biasa banyak, bahkan setelah kenaikan harga tiket pesawat ke Labuan Bajo, kunjungan wisatawan masih lumayan banyak.

Baca juga: Delegasi 17 Negara Hadiri Pertemuan Ketiga DEWG G20 di Labuan Bajo

Namun, setelah kenaikan tarif TNK ditetapkan, kata Abed, belum ada bookingan baru untuk periode Agustus dan seterusnya yang masuk ke pihaknya. Sedangkan untuk bookingan - bookingan yang sudah terjadi sebelumnya untuk periode Agustus dan seterusnya memang belum ada perubahan. 

"Kita berharap tidak terjadi pembatalan ya," ujar Abed. 

"Ini adalah contoh yang terjadi pada perusahan saya ya. Saya belum mendapat laporan dari teman - teman lain," tambahnya. 

Abed mengaku pihaknya sendiri cukup cukup khawatir dengan penurunan permintaan wisata ke Labuan Bajo akibat dari kenaikan tarif tersebut.

Baca juga: Pemerintah Bangun Pusat Data di Labuan Bajo,Batam,Jakarta dan IKN

"Karena harus diakui TNK itu adalah daya tarik utama untuk semua destinasi di NTT dan juga merupakan dapur utama kami, tapi sebagai Biro Perjalanan tentunya kita harus bisa menjual destinasi - destinasi lainnya yang ada," tandasnya. 

Berita Manggarai Barat lainnya
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved