Kuliner Flores

Cara Warga Kampung Buton Maumere Buat Ikan Asin, Tips Agar Rasanya Enak

kan asin merupakan salah satu menu lauk yang khas sangat familiar bagi masyarakat di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Laus Markus Goti
TRIBUNFLORES.COM/Randy Liu
BUAT IKAN ASIN. Rani salah satu warga Buton, Sikka, sedang membuat ikan asin, Minggu 24 Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Ikan asin merupakan salah satu menu lauk yang sangat familiar bagi masyarakat di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Flores, ikan asin lebih dikenal atau sering disebut ikan kering. Cita rasa ikan kering tentu saja berbeda dengan ikan basah.

Cara mengolah ikan kering pun beragam, bisa dibakar menggunakan arang, digoreng dan dicampur tomat atau orang Flores menyebut 'bale tomat', dan ada pula dimasak dengan santan kelapa, bergantung pada selera setiap penikmatnya.

Ikan kering biasanya dijual di pasar, kios atau di rumah -rumah warga pembuat ikan kering. Lantas bagaimana cara membuat ikan kering?

Baca juga: Jagung Tembak Camilan Khas Orang Flores Dijual di Pasar Alok Maumere, Cara Buatnya Unik!

 

Kampung Buton, di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, merupakan salah satu kampung penghasil ikan kering.

Hampir semua penduduk kampung yang berada di pesisir Pantai Utara Flores ini adalah nelayan.

Biasanya kaum ibulah yang membuat ikan kering. Cara membuat ikan kering diwariskan turun - temurun dari nenek moyang mereka.

Rani (38) seorang ibu rumah tangga, warga Kampung Buton, sudah bertahun - tahun menekuni pekerjaannya membuat ikan kering untuk dijual.

Ikan yang Rani olah menjadi ikan kering dari hasil tangkapan suaminya, yang sehari -hari bekerja sebagai nelayan.

Ikan basah yang dipilih untuk dibuat menjadi ikan kering, kata Rani, harus dalam kondisi segar. Ikan disimpan dalam sebuah wadah ember dan dicuci menggunakan air bersih.

Baca juga: 40 Peserta Ikut Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Hiegienitas Sajian Kuliner di Sikka

 

Selanjutnya sisik ikan dan perut ikan di keluarkan. Setelah itu ikan kembali dicuci hingga bersih. "Kita harus cuci sampai bersih," kata Rani kepada TRIBUNFLORES.COM, di kediamannya, Minggu 24 Juli 2022.

Langkah berikut, ikan dicampur dengan garam kasar dan dibiarkan selama kurang lebih tiga jam, agar garam meresap ke dalam daging ikan.

Ikan yang sudah digarami itu kemudian dicuci lagi sebelum dijemur. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal ikan dijemur selama dua hingga tiga hari. Jika sudah benar - benar kering, ikan dimasukan ke dalam karung atau wadah lainnya.

Rani memberi catatan,semakin lama ikan digarami maka akan menambah berat dari ikan tersebut, namun cita rasanya akan berkurang sehingga ia hanya memberi garam selama tiga jam.

Dari sisi ekonomis,  lanjutnya, ikan yang semakin berat maka akan menguntungkan si penjual ikan kering. Namun Rani menegaskan, soal kualitas dan cita rasa jauh lebih penting.

"Kenapa jangan terlalu lama, supaya ikan tetap enak dan tetap diminati pelanggan," pungkas Rani.

Berita Sikka Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved