INFO BMKG

Kekeringan Meteorologis di Wilayah NTT Dua Kecamatan Status Awas

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasius Klimatologi Kelas II Nusa Tenggara Timur (NTT)mengeluarkan peringatan dini kekeringan NTT.

TRIBUNFLORES.COM/HO-WARGA
ILUSTRASI - Kondisi sawah yang mengering di Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasius Klimatologi Kelas II Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan dini terkait kekeringan meteorolgis di wilayah NTT, Selasa 26 Juli 2022.

Saat ini 96 persen dari total zona musim di masih berada dalam periode musim kemarau berdasarkan analisis update BMKG 20 Juli 2022.

Stasiun Klimatologi menyatakan perlu ada kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan.

Data Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga update 20 Juli 2022 menunjukkan bahwa beberapa daerah di NTT mengalami deret hari kering lebih dari 21 hari hingga lebih dari 61 hari.

Baca juga: BMKG Kupang Gelar Sekolah Lapangan Gempa Bumi di Sikka

 

Sementara itu, prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa beberapa daerah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mm/dasarian) dengan peluang lebih dari 70 %.

Stasiun Klimatologi menyatakan dari kedua kondisi di atas memenuhi syarat untuk dikeluarkannya peringatan dini.

Kondisi ini kemudian akan berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.

Selain itu berdampak pula pada pengurangan ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih serta meningkatnya potensi kemudahan terjadinya kebakaran.

Berikut rincian data HTH dan peluang prakiraan curah hujan sangat rendah yang diklasifikasi dalam status waspada, siaga dan awas.

Yang berstatus waspada, antara lain, Belu (Kecamatan Raihat) Sabu Raijua (Sabu Barat dan Sabu Liae), Sumba Barat (Kota Waikabubak, Lamboya Barat, Lamboya, Loli dan Wanokaka).

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini di NTT, 4 Daerah Berpontensi Angin Kencang

 

Sumba Barat Daya (Kodi, Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, Kodi Utara, Wewewa Selatan, Wewewa Barat dan Wewewa Timur)

Sumba Tengah (Katiku Tana Selatan, Umbu Ratu Nggay dan Umbu Ratu Nggay Barat) Sumba Timur (Katala Hamu Lingu, Lewa dan Lewa Tidahu)

Timor Tengah Selatan (Amanuban Barat, Amanuban Selatan, Batu Putih, Fatumnasi, Kuatnana, Mollo Barat, Mollo Selatan, Mollo Tengah, Mollo Utara, Noebeba, Nunbena dan Oenino).

Selanjutnya berstatus siaga antara lain, Ende (Ndona Timur), Kabupaten Kupang (Sulamu), Kota Kupang (Kota Raja dan Oebobo), Lembata (Lebatukan dan Wulandoni) Manggarai Barat (Komodo) dan Sabu Raijua (Hamu Mehara).

Sementara itu yang berstatus Awas antara lain, Sabu Raijua (Raijua) dan Sumba Timur (Haharu). (*).

Berita NTT Lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved