Berita Sikka

Pupuk Bokashi Sangat Membantu Petani di Desa Bera Sikka

Arief menjelaskan, proses pembuatan bokasi ini sangat sederhana. Bahan dasarnya bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitar.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-ARNOL
BUAT PUPUK - Tampak anggota kelompok tani muda di Desa Bere, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka sedang membuat bokashi, Kamis 28 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-15 anggota kelompok tani anak muda di Desa Bera, Kecamatan Mego Kabupaten Sikka membuat bahan organik kaya sumber hayati (Bokashi), Kamis, 27 Juli 2022.

Kegiatan ini bagian dari program Ganehsa Youth Project Flores.

Arief Wardana selaku Technical Of Farmer Yayasan Bintani Sejahtera mengatakan, kegiatan ini untuk membantu petani muda dalam usaha tanaman hortikultura.

“Bahan bokashi dari teman-teman pemuda. Mereka mengumpulkan kotoran ayam, jerami padi, dedak, sekam padi, serbuk gergaji, daun legum, EM4, Gula Pasir 1 kg," kata Arief.

Baca juga: Gandeng PMI NTT, Kanwil Kemenkumham NTT Kumpulkan 55 Kantong Darah Hari Pertama

 

Arief menjelaskan, proses pembuatan bokasi ini sangat sederhana. Bahan dasarnya bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitar.

"Bermula dengan melarutkan gula 1 Kg dan EM 4 liter di dalam 50 liter air. Setelahnya diadukan di dalam air secara merata. Larutan itu digabungkan bersama bahan-bahan lain secara merata. Tunggu 21 hari proses fermentasi, pupuk bokashi siap digunakan,” ungkap Arief Wardana.

Adrianus Lando salah satu pemuda yang terlibat dalam Ganesha Youth Project mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

“Ini benar-benar bekal berharga bagi kami. Pembuatan pupuk bokashi ini bisa kami gunakan untuk tanaman hortikultura. Kami bisa memanfaatkan bahan-bahan di sekitar," kata Adrianus.

Ia mengatakan, 500 meter lahan dimanfaatkan oleh pemuda untuk pengembangan tanaman hortikultura. Adapun tanaman holtikultura, mulai dari cabe, tomat, bawang merah dan melon.

Baca juga: 3 Raperda TTS Dinyatakan Harmonis Sesuai Kajian 10 Dimensi Harmonisasi

Pengurus BPP Kecamatan Mego, Maria Agustina Nona, yang ikut dalam kegiatan ini, melihat pembuatan bokashi sebagai salah cara membantu petani dalam mendapatkan pupuk.

“Harga pupuk sekarang lagi mahal. Sangat sulit bagi petani untuk mendapatkannya. Pembuatan bokasi ini sangat membantu petani muda," ungkap Maria.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved