Berita NTT

Polisi Lumpuhkan 1 Orang Terduga Pelaku Pencurian Ternak di NTT

“Benar, Tim Buser telah menangkapnya di depan Rumah Sakit Leona Kota Kupang, “ terang Kapolres Kupang AKBP FX. Irwan Arianto, S.I.K, M.H

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Ilustrasi Penangkapan. Seorang pria di NTT dilumpuhkan oleh Polisi. Dia diduga pelaku pencurian ternak di Kupang. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Tim Buru Serga (Buser) Polres Kupang melumpuhkan YD, salah satu anggota komplotan pencuri ternak kuda milik Daniel Lette di Padang Daditadalek, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Selasa 26 Juli 2022 sekitar jam 16.10 Wita.

YD ditangkap tim Buru Sergap Polres Kupang yang dipimpin Aiptu Ardi Tade di Depan Rumah Sakit Leona Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat hendak ditangkap YD berusaha melarikan diri. Sehingga Tim Buser melumpuhkan dengan menembakan kakinya hingga tidak berdaya.

Perburuan ini dilakukan setelah yang bersangkutan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Satuan Reskrim Polres Kupang Januari 2022 lalu.

Baca juga: Kades Golo Kantar Mengubah Lahan Tidur Berbuah Hortikultura Dipuji Anggota DPD RI

 

“Benar, Tim Buser telah menangkapnya di depan Rumah Sakit Leona Kota Kupang, “ terang Kapolres Kupang AKBP FX. Irwan Arianto, S.I.K, M.H kepada POS KUPANG.COM, Kamis (28/7).

Lanjut Kapolres, tersangka YD tidak kooperatif selama penyidikan dilakukan. Berkali-kali dipanggil melalui surat panggilan, yang bersangkutan selalu mangkir, makanya diterbitkan DPO dan dicari Tim Buser.

Dalam kasus pencurian ternak kuda, YD berperan turut membantu MD yang adalah ayah kandungnya menampung kuda hasil curian serta memanipulasi iidentitas atau ciri kuda dengan membuat cap baru (simbol kepemilikan) pada ternak hasil curian yang dilakukan oleh MK, HE dan MH sebanyak tiga ekor sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/71/IV/2021/NTT/Polres Kupang tanggal 23 April 2021 yang dilaporkan oleh Daniel Lette alias Deni.

Baca juga: Pemprov NTT Minta Maaf Yang Tidak Setuju Wildlife Komodo untuk Konservasi Pariwisata Berkelanjutan

Atas aksinya ini tersangka YD dikenakan Pasal 56 Ayat(1) KUHPidana Juncto Pasal 363 ke-1 dan Ke-4 KUHPidana dengan ancaman hukumanmaksimum pidana pokok ( 7 Tahun ) di kurangi sepertiga ( 2,3 tahun ) sedangkan para pelaku utama MK, HE,MH dan MD tahap penyidikannyasudah dilakukan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang dengan barang bukti berupa kuda sebanyak tiga ekor, tiga lembar surat mutasi ternak ,1 (satu) unit Truck Mitsubishi, 1 (satu)lembar STNK serta 1 (satu) Kunci kontak Truck Mitsubishi.

Setelah dilakukan penangkapan atas diri YD yang melakukan pembantuan terhadap tindak pidana tersebut dan Barang Bukti yang ada selanjutnya Penyidik / Penyidik pembantu akan merampungkan Berkas Perkara Tindak Pidana tersebut dan mengirimkan berkas perkara tersebut ke JPU Kejaksaan Negeri Oelamasi.(*)

Berita NTT lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved