Berita Sikka

KEMMAS Kupang dan Sikka Gelar Aneka Kegiatan di Desa Bu Watuweti Tanawawo

KEMMAS Kupang dan Sikka Gelar Aneka Kegiatan di Desa Bu Watuweti Tanawawo. Mereka melakukan pengabdian kepada masyarakat bulan Juli 2022.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-KEMMAS SIKKA
POSE BERSAMA - Mahasiswa KEMMAS Kupang dan Sikka pose bersama siswa-siswi di Desa Bu Watuweti Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Juli 2022. 

"Jadi dengan adanya kegiatan ini, maka kita akan kembali ke kampung halaman. Disitu kita akan bertemu, mengunjungi dan berbaur bersama masyarakat dari desa ke desa, diantara 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, yakni Paga, Tanawawo, Mego, Magepanda dan juga Palue," ungkapnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 2 Agustus 2022 di Pulau Flores

Ia berharap agar kegiatan kolaborasi KBKTM yang dilaksanakan oleh Kemmas Kupang dan Sikka tahun ini, mampu memberikan sumbangsih pikiran dan sesuatu yang berarti, yang dapat diimplementasikan dan diterapkan di tengah warga masyarakat Desa Bu Watuweti.

Sementara itu, Kepala Desa Bu Watuweti, Bonifasius Wangge merasa senang dan bangga, atas kehadiran para mahasiswa untuk melakukan kegiatan KBKTM di wilayahnya itu.

Mahasiswa dan Warga Bu Watuweti Sikka
Mahasiswa dan Warga Bu Watuweti Sikka, Juli 2022.

"Saya sangat senang dan bangga, atas kehadiran adik-adik Kemmas Kupang dan Sikka di desa kami ini. Jadi sebagai Kepala Desa, saya sangat antusias menerima kedatangan kalian," ujarnya.

Bonifasius mengatakan program-program yang akan dilakukan oleh Kemmas selama satu minggu di Desa Bu Watuweti tersebut, sangatlah bersentuhan dengan warga masyarakat yang berada di daerah itu.

Sebab program yang ditawarkan Kemmas, dinilainya mampu membantu program kerjanya, serta memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

"Jadi dengan disampaikan kegiatan mereka selama satu minggu ini, sangat membantu saya terhadap tiga bidang, yakni Pendidikan, Ketahanan Pangan dan Penghijauan," katanya.

Bonifasius mengakui , warga masyarakat di Desa Bu Watuweti, masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sebagai akibat dari kurangnya edukasi dan sosialisasi akan pentingnya pendidikan itu sendiri.

Baca juga: Jadi Duta Inspirasi Pertama di NTT, Anak Tukang Bangunan Asal Sikka Ini Go Internasional

Selain itu, faktor orang tua kurang mampu dan yang mampu membiayai sekolah anaknya juga, belum mempunyai rasa kesadaran terhadap pentingnya pendidikan.

"Disini banyak juga orang tua yang kurang mampu untuk kuliahkan anaknya, karena menurut mereka kuliah itu mahal sekali. Tetapi ternyata ada intervensi dari pihak ketiga, termasuk program pemberian beasiswa dari berbagai pihak. Jadi faktor utamanya itu adalah minimnya akses informasi dan edukasi," ungkapnya.

Sedangkan terhadap program ketahanan pangan dan penghijauan, dinilainya sangat cocok dengan warga masyarakat, yang kesehariannya sebagai petani.

Desa Bu Watuweti juga memiliki banyak sumber mata air, sehingga program penghijauan pun menjadi sesuatu yang sangat penting, apalagi daerah tersebut juga merupakan daerah rawan longsor. (gg).

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved