Berita Manggarai Barat

Pulau Komodo dan Padar Menyimpan Aset Rp 24 Triliun

Menyimpan aset besar di daratan maupun lautan,namun kawasan Taman Wisata Komodo di Pulau Padar dan Pulau Padar menjadi sasaran perusakan dan bom ikan.

Editor: Egy Moa
DOK.TRIBUNNEWS
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.TRIBUN KOMODO-Binatang purba Komodo di Taman Nasional Komodo,Kabupaten Manggarai Barat. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) melaporkan aset  pariwisata Pulau Padar dan Pulau Komodo dalam kawasan  Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Pulau Flores senilai Rp 24 triliun.

Meski menyimpan aset bernilai besar kawasan darat dan laut menjadi sasran pengeboman dan pengerusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

"Untuk menjaga agar ekosistem  darat pada kepulauan dua pulau dan lautnya dan sekitarnya. Itu bisa terjaga dari pemboman ikan, pencurian terhadap makanan Komodo. Yang juga itu dampaknya nantinya kepada masalah di NTT khususnya keindahan bahwa laut kalau itu di bom terus itu akan mengalami kondisi yang dari hari ke hari akan kehilangan sekian banyak,"  kata Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Senin 1 Agustus 2022. 

Menurutnya, semua itu dilakukan untuk menjaganya agar taman nasional serta Labuan Bajo sebagai wisata premium  terjaga keberlangsungannya . Fasilitas pendukung pada daerah tersebut juga terus dilakukan pembenahan.

Baca juga: Pemprov NTT akan Terbitkan Perda Tarif Taman Nasional Komodo 

Merespon pernyataan gubernur  menjaga aset di dua pulau itu dari aksi pengeboman dan pengerusakan, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto mengaku telah mengarahkan personel ke daerah tersebut. 

Kapolda NTT, Irjen Pol. Setiyo Budiyanto dalam kesempatan itu mengatakan, didaerah wisata memang sering terjadi pengeboman ikan. Menurutnya, pengeboman ikan itu bukan saja untuk mencari ikan tetapi juga diindikasikan ada upaya pengerusakan lingkungan.

Mantan penyidik KPK itu tidak menjelaskan lebih jauh pasukan dari Polda NTT yang dikirim ke Manggarai Barat. 

"Memang di daerah wisata itu memang ada seperti pengeboman ikan. Tapi pengeboman ikan itu pun bukan hanya ditujukan untuk mencari ikan saja. Tapi terindikasi juga bahwa itu bagian dari upaya untuk melakukan pengerusakan," jelasnya.

Baca juga: Dari Jerman ke Labuan Bajo, Tika Ikut Resah Tarif TNK Naik, Sandiaga Uno Buka Ruang Dialog

Polda NTT, menurutnya, sudah menempatkan kapal dari Direktorat Pol Air untuk mengawasi perairan setempat. Bahkan, Irjen Setiyo Budiyanto juga sudah menyepakati dengan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku pengeboman dan perusak lingkungan di daerah wisata Labuan Bajo. 

Dari catatan Polda NTT, disebutkan bahwa pelaku disinyalir berasal dari daerah lain. Polda NTT akan bekerjasama dengan Polda yang berada disekitar wilayah hukum Polda NTT. Kerja sama itu dimaksudkan menelusuri pihak-pihak yang melakukan aktivitas di wilayah Labuan Bajo. 

Berita Manggarai Barat lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved