Berita Ngada

123 Ekor Kuda Ikut Pacuan Kuda di Ngada, Wagub NTT Bilang Selain Memacu Kuda Juga Memacu Ekonomi

Total 123 ekor kuda yang diperlombakan dalam Pacuan kuda ini berasal dari Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo serta dari Manggarai Raya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-HUMAS NTT
PACUAN KUDA - Lomba Pacuan Kuda di Ngada. Lomba itu dibuka oleh Wagub NTT Josef Nae Soi, Rabu 3 Agustus 2022. 

TRIBUNFLORES.COM,BAJAWA - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi membuka secara resmi pacuan Kuda tradisional di lapangan pacuan Kuda Desa Loa, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Rabu 3 Agustus 2022.

Pacuan kuda dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-77 sekaligus memperebutkan Piala Bupati Ngada.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Ngada Andreas Paru, Jajaran Forkopimda Kabupaten Ngada, serta para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ngada.

Kuda-kuda terbaik sebanyak total 123 ekor yang diperlombakan dalam Pacuan kuda ini berasal dari Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo serta dari Manggarai Raya.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Membangun Relasi yang Intim & Intens dengan Tuhan Melalui Doa

 

Lomba Pacuan kuda ini dibagi ke dalam 8 kelas, yakni kelas A (7 ekor), B (7 ekor), C (12 ekor), D (21 ekor), E (21 ekor), F (22 ekor), P1 (16 ekor), dan P2 (17 ekor). Perlombaan Pacuan kuda ini berlangsung selama satu minggu ke depan.

Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan pacuan kuda tersebut. Menurutnya olahraga pacuan kuda adalah tradisi budaya dari leluhur yang turun temurun yang tentunya selain dapat membina tali persaudaraan antar masyarakat namun juga dapat memberi dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

"Dengan digelarnya pacuan kuda ini, saya berharap selain kita menjaga dan melestarikan tradisi budaya dari leluhur kita, tapi juga akan memacu dan meningkatkan ekonomi di sekitar tempat pelaksanaan bagi masyarakat sekitar,” harap Wagub Nae Soi.

Baca juga: Narasi Heri Nabit di Hadapan Jenazah Mgr. Hubertus Leteng "Kritik Bagi Kami yang Hidup"

Ia juga menambahkan bahwa pacuan kuda ini harus benar-benar mengutamakan aspek keamanan bagi para Joki sehingga menjadi hiburan rakyat dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan penuh kegembiraan.

“Aspek savety tentunya harus yang utama, agar para Joki kita dapat terhindar dari cedera apabila mereka terjatuh, baik itu dari sisi arena dan juga alat pelindung keamanan yang dipakai Joki itu sendiri. Sekali lagi mari kita tetap jaga kearifan lokal di daerah ini tapi juga harus tetap mengedepankan sisi keamanan bagi para Joki kita,” jelas Wagub Josef.

Sementara itu Bupati Ngada Andreas Paru menjelaskan bahwa Juara dari perlombaan Pacuan Kuda yang memperebutkan Piala Bupati tersebut akan mendapat Hadiah berupa Sapi pada masing-masing kelasnya.

“Hadiahnya berupa Sapi untuk juara masing-masing kelas. Ini dukungan Pemda agar masyarakat juga jangan hanya pelihara Kuda, tapi pelihara dan belajar untuk beternak Sapi.” ucap Bupati Andreas.

Berita Ngada lainnya

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved