Berita Sikka

Kisah Samalia Rawat Suami yang Sedang Sakit, Bertahan Hidup dari Ikan Kering di Sikka

Sebelumnya Samalina dikenal sebagai penjual ikan basah yang ia peroleh dari hasil tangkapan suami sendiri.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
CERITA - Samlina warga asal Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, sedang menceritakan kisahnya menjadi penjual ikan kering di Sikka, Rabu, 3 Agustus 2022 pagi. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ria Mangkung

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Samalina warga Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere sudah lima tahun berjualan ikan kering di Sikka.

Sebelumnya Samalina dikenal sebagai penjual ikan basah yang ia peroleh dari hasil tangkapan suami sendiri.

Namun, semenjak suaminya sakit dari tahun 2017 lalu, ia memilih menjadi pedagang ikan kering untuk bertahan hidup dan membiayai kebutuhan suami setiap hari.

Kepada TribunFlores.com Rabu, 3 Agustus 2022 ia mengaku berjualan ikan kering ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sikka.

Baca juga: BREAKING NEWS: Lakalantas di Sikka, 3 Orang Dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere

 

"Saya jual keliling ke pasar Nita, Dete, dan Pasar Wairkoja saja, dalam seminggu itu,"ungkapnya, lalu tersenyum.

Wanita berkerudung hitam ini menyampaikan ikan kering yang ia jual setiap hari pasar ini, ia dapatkan dari Pasar Ikan di TPI Maumere.

"Ikan ini saya beli dalam keadaan basah lalu saya jemur dan saya jual kembali dengan harga mulai dari Rp 80.000-100.000 perkilo" ucap ibu dari lima orang anak ini.

Dari hasil ia berjualan ikan tersebut, uangnya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membantu membeli obat untuk sang suami.

"Bapa ini sakit jantung, tiba-tiba saja ia gemetar jadi harus rajin chek up terus ke dokter setiap minggu," tutupnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved