Berita Manggarai Timur

Pemda Matim Telusuri Aliran Sesat, Tidak Langsung Tindak

Pemda Manggarai Timur segera berkomunikasi dengan Kesbangpol,Kementerian Agama dan pihak-pihak berwajib menelusuri aliran sesat di wilayab itu.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/ROBERT ROPO
Sekda Manggarai Timur, Bon Hasudungan Siregar 

Laporan Reporter TRIBUNFORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM,BORONG-Sebuah aliran kepercayaan/agama Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa, diduga aliran sesat kini semakin marak menyebar di wilayah tiga Manggarai Raya yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, bahakan aliran ini juga diduga sudah menyebar di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Dalam ajaran aliran agama ini, menyakini bahwa Tuhan Yesus telah melakukan karya keselamatan tetapi belum tuntas/selesai. Karena itu Tuhan datang yang kedua kali, namun melalui perempuan yang ada di Cina.

Sasaran penyebaran agama mereka itu rata-rata kepada kaum perempuan. Untuk pemimpin yang ada di Manggarai berinisial MFS seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong. MFS dipanggil Sister oleh kelompok mereka. 

Sekda Manggarai Timur, Ir. Boni Hasudungan Siregar,Jumat 19 Agustus 2022, mengatakan Pemda Manggarai Timur akan segera berkomunikasi dengan Kesbangpol, Kementerian Agama dan pihak-pihak berwajib.

Baca juga: Pemkab Manggarai Timur Tender 30 Paket Proyek Jalan 

Menurutnya dengan adanya sekte baru ini, pihaknya tidak serta merta langsung melakukan penindakan berupa pencegahan atau larangan. Namun terlebih dahulu tim harus melakukan penyelidikan untuk memastikannya dan disertai bukti-bukti yang kuat. 

"Yang pasti kita tidak langsung melakukan pencegahan atau tindakan-tindakan untuk pelarangan. Nanti tim akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu dilengkapi dengan bukti-bukti setelah itu kita melihat dari sisi aturan yang ada,"ujarnya.

Menurutnya,  jika terbukti bertentangan dengan ajaran agama yang diakui di NKRI, maka tentu akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan berlaku. 

"Setidak-tidaknya ada penghentian sesuai dengan pertimbangan jika terbukti melanggar. Karena sangat riskan berkaitan dengan agama ini jadi kita harus bijak, cermat sebelum mengambil keputusan,"pungkasnya. 

Berita Manggarai Timur lainnya
 
 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved