Berita Flores Timur

Sampai Agustus 2022, Tujuh Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Flores Timur

Sampai bulan Agustus 2022 sebanyak tujuh kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Flores Timur.

Editor: Egy Moa
DOK.HUMAS SETDA FLOTIM
Asisten 1 Bagian Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Abdul Razak melaunching program satu oa satu anting. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Flores Timur hingga bulan Agustus 2022sebanyak 7 kasus kematian ibu dan 39 kasus kematian bayi. Angka kematian ibu ini menunjukan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Angka kematian ibu pada tahun 2021 capaian sebanyak 6 kasus, sementara kematian bayi mengalami penurunan dari data tahun 2021 tercatat sebanyak 48 kasus. 

"Ini menjadi tugas berat kita untuk berusaha sehingga pada waktunya semua ibu harus lahir dengan selamat dan semua bayi juga lahir dengan selamat," ujar Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda membuka rapat evaluasi stunting tingkat Kabupaten Flores Timur beberapa hari lalu. 

Ia mengatakan saat ini pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan prevelensi stunting, karena isu stunting sangat erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia. Demikian pula angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang perlu disikapi dengan serius.

Baca juga: 58 Desa di Flores Timur Terima Bantuan Dana Stunting

"Kita dituntut untuk bekerja lebih keras dalam irama konvergensi agar niat baik kita dalam penurunan stunting dan angka kematian ibu dan kematian bayi dapat terwujud," katanya. 

Ia mengingatkan tim percepatan penurunan  stunting agar bekerja sungguh-sungguh, meskipun prevelensi stunting di Flotim berada di bawah prevelensi provinsi.

"Pekerjaan berat yang harus dilakukan adalah meningkatkan upaya percepatan penurunan hingga 10 persen pada tahun 2023 sebagaimana komitemen gubernur NTT bersama para bupati/wali kota pada rapat koordinasi bulan Oktober 2021 lalu. Untuk mencapai itu memerlukan kerja keras dan gerakan bersama semua pihak secara massif," katanya. 

"Dari waktu ke waktu kita memperoleh hasil yang baik, dari data prevalensi  stunting tahun 2018 tercatat 32,23 persen atau sebanyak 5.553 balita stunting dan pada Agustus 2021. Prevelensi stunting 20,93 atau sebanyak  3.696 balita stunting dan pada Feberuari 2022 prevelensi stunting menjadi 20,4 persen atau sebanyak 3.636 balita stunting," tutupnya. 

Berita Flores Timur lainnya
 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved